Prabowo-Albanese: Traktat Keamanan Baru di Istana Merdeka

Prabowo-Albanese: Traktat Keamanan Baru di Istana Merdeka

Fajarasia.id  – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan kenegaraan ini menjadi momentum penting dengan agenda penandatanganan sejumlah kerja sama bilateral, termasuk Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia yang akan membawa hubungan kedua negara ke tingkat lebih strategis.

PM Albanese tiba di Istana Merdeka pukul 09.00 WIB dengan pengawalan ketat dari Polisi Militer dan pasukan berkuda. Setibanya di gerbang, ia disambut pasukan jajar kehormatan sebelum disambut langsung oleh Presiden Prabowo. Keduanya kemudian menyaksikan Tari Naikonos Lari dari Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari prosesi penyambutan resmi.

Upacara kenegaraan dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan kedua negara serta perkenalan delegasi. Dari pihak Indonesia hadir Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara itu, PM Albanese didampingi Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong.

Setelah prosesi penyambutan, kedua pemimpin menggelar pertemuan tête-à-tête di ruang kerja Presiden, sebelum melanjutkan agenda penandatanganan dokumen kerja sama di ruang oval. Traktat Keamanan Bersama yang ditandatangani mencerminkan persahabatan, kemitraan, dan kepercayaan mendalam antara Indonesia dan Australia, sekaligus memperkuat stabilitas kawasan.

Kunjungan ini merupakan yang kedua bagi PM Albanese ke Istana Merdeka, setelah pertemuan perdana pada Mei 2025. Lawatan kali ini berlangsung pada 5–7 Februari 2026, menyusul kunjungan balasan Presiden Prabowo ke Australia pada November 2025. Selain isu keamanan regional, kedua negara juga menegaskan komitmen kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, dan pembangunan.

Pos terkait