Fajarasia.id — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan apresiasi tinggi terhadap kemitraan maritim yang dijalin bersama Indonesia. Menurutnya, kerja sama tersebut bukan hanya memperkuat hubungan strategis kedua negara, tetapi juga telah membuka ribuan lapangan kerja baru di Inggris.
Hal itu disampaikan Starmer saat menerima kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto di 10 Downing Street, London. Pertemuan bilateral tersebut membahas peluang penguatan kerja sama di berbagai sektor, dengan maritim sebagai salah satu fokus utama.
“Terima kasih atas kesepakatan maritim yang kita tandatangani pada KTT G20 lalu. Kesepakatan ini sangat penting bagi Inggris karena telah membuka banyak lapangan pekerjaan,” ujar Starmer dalam pertemuan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Kerja sama yang dimaksud adalah Maritime Partnership Programme (MPP), sebuah program senilai 4 miliar Pound Sterling yang dipimpin perusahaan pertahanan Inggris, Babcock. Program ini mencakup peningkatan kapasitas angkatan laut Indonesia serta pengadaan lebih dari 1.000 kapal perikanan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Bagi Inggris, proyek tersebut diyakini mampu menambah ribuan lapangan kerja baru di sektor industri pertahanan dan maritim. Sementara bagi Indonesia, manfaatnya diharapkan terasa pada revitalisasi galangan kapal, pemberdayaan komunitas nelayan, serta penguatan pertahanan dan keamanan laut.
Menanggapi pernyataan Starmer, Presiden Prabowo menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kemitraan maritim Indonesia–Inggris sebagai langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor kelautan.
“Kami sangat puas dengan pelaksanaan kemitraan maritim ini. Saya yakin, ini akan menjadi bagian penting bagi perkembangan ekonomi maritim Indonesia,” kata Prabowo.
Pertemuan ini menandai komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan bilateral, dengan maritim sebagai salah satu pilar utama kerja sama yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat di kedua belah pihak.





