Fajarasia.id – Kasus penggelapan mobil rental kembali marak dengan pola yang hampir serupa: pelaku menyamar sebagai penyewa sah menggunakan identitas lengkap, lalu membawa kabur kendaraan untuk dijual, digadai, atau dipreteli.
Pengusaha rental mengaku dirugikan besar akibat aksi mafia kendaraan. “Usaha kita dari nol, jerih payah sendiri, mereka enak saja ambil lalu jual mobil kita. Harus diberantas,” ujar Adi Supriyatna, pengusaha rental di Jakarta Utara.
Kriminolog Haniva Hasna menilai lemahnya sistem verifikasi dan pengawasan menjadi faktor utama. “Mobil adalah aset bernilai tinggi dan mudah dipindah tangankan. Tanpa pengawasan ketat, bisnis rental jadi target empuk,” jelasnya.
Modus yang kerap digunakan antara lain memakai identitas palsu, memindah tangankan kendaraan segera setelah disewa, hingga menjual atau menggadaikan mobil sebelum masa sewa berakhir. Pola ini menunjukkan kejahatan sudah direncanakan sejak awal.
Kasus-kasus ini menjadi peringatan bagi pengusaha rental untuk memperketat syarat penyewaan dan verifikasi identitas, sekaligus dorongan bagi aparat penegak hukum memperkuat pengawasan agar mafia kendaraan tidak semakin merajalela.****





