Penyelerasan Skema Seleksi Masuk PTN Tingkatkan Kualitas Mahasiswa

Penyelerasan Skema Seleksi Masuk PTN Tingkatkan Kualitas Mahasiswa

Fajarasia.co – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan, transformasi skema masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memperbaiki kualitas input. Sekaligus menyelaraskan terobosan kebijakan pembelajaran di jenjang pendidikan dasar dan menengah.

“Tujuan dari kebijakan ini utamanya adalah menyambungkan transformasi, perubahan-perubahan, dinamika-dinamika yang sudah dikembangkan melalui kebijakan Merdeka Belajar. Mulai dari pendidikan dasar hingga menengah dengan transformasi yang dilakukan di pendidikan tinggi dengan Kampus Merdeka,” kata Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Nizam dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/9/2022).

Menurunya, berdasarkan data tahun 2020/2021, terdapat lebih dari 3,2 juta siswa lulus dari jenjang SMA/SMK/sederajat. Sementara mahasiswa baru yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi secara nasional adalah lebih dari 2,1 juta mahasiswa.

“Dan dari jumlah tersebut sekitar 762 ribu mahasiswa diterima di PTN. Baik akademik maupun vokasi,” ucapnya.

Merujuk angka tersebut, skema seleksi masuk PTN harus memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk dapat menempuh pendidikan tinggi sesuai minat dan bakatnya. Dengan demikian, calon mahasiswa lebih bebas dalam menentukan program studi pilihannya tanpa merasa dibatasi.

“Siapa pun dengan kurikulum apa pun bisa mengkuti seleksi masuk ke perguruan tinggi negeri sesuai dengan skema seleksi yang baru. Justru salah satu latar belakang di balik perubahan transformasi ini tentu juga untuk bisa mengakomodasi pergerakan kurikulum, di samping mentransformasi pembelajaran di SMA,” jelasnya.

Nantinya, lanjut Nizam, calon peserta seleksi diharapkan lebih fokus pada pembelajaran, penguasaan materi, kemampuan bernalar, kemampuan literasi dan numerasi yang lebih mendalam. Selain itu juga kemampuan memanfaatkan pengetahuan di dalam menyelesaikan berbagai permasalahan secara lintas keilmuan.

Kurikulum 2013, kata Nizam, mengaitkan nilai-nilai authentic learning yang implementasinya ada di dalam tes seleksi yang baru. Ia mendorong para peserta untuk menggunakan pengetahuan yang dimiliki dalam proses penyelesaian masalah, peningkatan kemampuan bernalar, baik secara matematis maupun bahasa.

“Adik-adik, berpikir secara kritis itu yang penting. Tetap belajar semangat, sukses,” ujarnya.

Sebelum munculnya kebijakan ini, Nizam menjelaskan bahwa Kemendikbudristek sudah melakukan persiapan dan diskusi yang panjang. Hingga akhirnya ditetapkan pada Agustus lalu.

“Kami di Kemendikbudristek sudah melibatkan para pimpinan perguruan tinggi. Tentunya dalam pembahasan kebijakan ini,” ungkapnya.

Adapun demikian, sosialisasi seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang sudah berjalan selama ini, kata Nizam, biasanya dilakukan di bulan Desember. Para Rektor bersama Kemendikbudristek bersinergi melakukan ini.

“Jadi kalau untuk seleksi masuk tahun 2023 itu biasanya akan disosialisasikan sampai detil jadwal, petunjuk teknis, pada akhir tahun 2022. Di bulan Desember, tentu saja para rektor PTN secara masif bersama dengan Kemendikbudristek bersinergi mengoptimalkan penyampaikan informasi,” ujarnya..

Tak lupa, Nizam berpesan kepada calon mahasiswa agar tidak perlu khawatir. Karena seleksi masuk perguruan tinggi tahun 2023 akan berjalan dengan baik.

“Tugas adik-adik sekarang belajar dengan serius, ikuti pembelajaran di kelas, jangan hanya sekedar menghafal, tetapi memahami dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut. Terutama dengan menyelesaikan permasalahan-permasalahan konkret,” katanya.

Sementara itu, Astuti Andriyani selaku orang tua siswa SMAN 1 Yogyakarta menilai, dengan adanya transformasi seleksi masuk PTN akan berdampak positif. Menurutnya, kebijakan ini sesuai dengan perkembangan arah pendidikan Indonesia.

“Kami berharap dengan perubahan ini anak-anak kami ke depannya tidak hanya menguasai konten belajar. Tapi sisi lain juga memperhatikan bakat, minat, dan karakternya secara holistik,” kata Astuti.****

Pos terkait