Fajarasia.id – Ratusan warga Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, masih bertahan di lokasi pengungsian pascabanjir bandang. Mereka mendesak adanya bantuan tenda khusus perempuan serta fasilitas sanitasi dasar.
Koordinator Posko Pengungsi Dusun Meunasah Krueng Baroh, Armiati, menyebutkan sekitar 1.200 jiwa dari 350 KK kini menempati kompleks perkantoran Pemkab Pidie Jaya. Kondisi ini menyulitkan terutama perempuan dan anak-anak yang harus bolak-balik sejauh tiga kilometer dari kampung ke lokasi pengungsian.
“Kami sangat berharap adanya bantuan tenda agar perempuan bisa tinggal dan tidur di kampung sendiri,” ujar Armiati.
Selain tenda, warga juga membutuhkan MCK darurat karena rumah dan fasilitas umum di desa masih tertimbun lumpur serta tergenang air. Sementara kebutuhan makanan disebut relatif mencukupi.
Dusun Meunasah Krueng Baroh menjadi wilayah paling parah terdampak. Warga berharap adanya hunian sementara agar mereka bisa menjaga harta benda yang masih terendam banjir.





