Fajarasia.id – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai dan Karantina Sumatera Utara lakukan pertemuan dalam rangka untuk memperkuat sinergitas dalam upaya peningkatan pengawasan lalu lintas media pembawa Karantina di wilayah Kota Tanjungbalai. Hal itu terungkap setelah Kepala Karantina Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting melakukan kunjungan balasan ke Pemko Tanjungbalai pada hari Kamis (16/7/25).
Dalam kunjungan balasan tersebut, Kepala Karantina Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting ini diterima langsung oleh Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim B di dampingi Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina di rumah dinas Wali Kota Tanjungbalai. Kunjungan tersebut merupakan balasan dari kunjungan Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim B ke Kantor Karantina Indonesia di Jakarta pada bulan Juni 2025 lalu.
Kunjungan balasan tersebut dilakukan guna menindak lanjuti pembicaraan sebelumnya antara Wali Kota Tanjungbalai dengan Kepala Kantor Karantina Indonesia di Jakarta dalam hal upaya meningkatkan pelayanan dan pengawasan lalu lintas Media Pembawa Karantina (hewan, ikan dan tumbuhan) di wilayah Kota Tanjungbalai yang berada dibawah pengawasan Karantina Sumatera Utara.
“Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antar instansi dalam menjaga keamanan hayati wilayah”, ujar Kepala Karantina Sumut, N Prayatno Ginting saat bertemu dengan Wali Kota Tanjungbalai.
Dalam kesempatan tersebut, N. Prayatno Ginting menyampaikan, bahwa koordinasi yang dilakukan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas pengawasan.
“Kami menyambut baik atas dukungan dari Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam upaya menjaga lalu lintas media pembawa Karantina di wilayah Kota Tanjungbalai. Sinergi ini penting agar pelaksanaan fungsi karantina berjalan optimal, khususnya di wilayah Kota Tanjungbalai yang berdekatan dengan negara tetangga, Malaysia melalui transportasi perairan Selat Malaka dengan tantangan geografis tersendiri.
Atas adanya kerja sama yang erat, kita bisa meminimalisir risiko masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang pastinya akan merugikan masyarakat dan Lingkungan”, ujar N Prayatno Ginting.
Prayatno juga menyampaikan terkait rencana pelaksanaan kegiatan Workshop Nasional dan hasil pemantauan ikan yang akan dilaksanakan di Kota Tanjungbalai. Workshop Nasional yang dihadiri oleh seluruh Kepala Karantina se Indonesia juga disertai dengan pelepasan expor hewan ikan dan komoditas lainnya direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 mendatang.
Atas kunjungan balasan tersebut, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim mengucapkan terima kasih sekaligis menyampaikan apresiasi dengan harapan, komunikasi yang terjalin dapat terus terjaga dengan baik. Wali Kota juga menyampaikan komitmen dari Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah Pusat dan Propinsi dalam hal ini adalah Badan Karantina Indonesia Sumatera Utara yang nantinya berpotensi untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Tanjungbalai dari sektor kepelabuhanan dan sektor lainnya dibawah pengawasan dan kewenangan Badan Karantina Indonesia.
“Mengingat posisi strategis Kota Tanjungbalai serta didukung dengan adanya Pelabuhan Teluk Nibung serta keberadaan Kantor Balai Besar Karantina Hewan dan Tumbuhan Sumatera Utara yang letaknya sangat strategis fungsinya di Kota Tanjungbalai. Oleh karena itu, Pemko Tanjungbalai berharap dukungan dari Badan Karantina Indonesia untuk dapat mewujudkannya”, ujar Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim B.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu juga dibicarakan berbagai hal lain yang terkait tugas dan fungsi Balai Karantina dalam menjaga keamanan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan di wilayah Kota Tanjungbalai. Turut hadir dalam pertemuan tersebut seluruj Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai dan jajaran Badan Karantina Indonesia Wilayah Sumut dan Kota Tanjungbalai.




