Pemerintahan Prabowo-Gibran Diminta Kabulkan Usulan Tuan Rondahaim Saragih Jadi Pahlawan Nasional

Tuan Rondahaim Saragih di usulkan jadi Pahlawan Nasional
Tuan Rondahaim Saragih di usulkan jadi Pahlawan Nasional

Fajarasia.id – Menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional, 10 November 2024, sejumlah tokoh Sumatera Utara kembali mengusulkan agar pejuang tanah Batak dari Simalungun, Tuan Rondahaim Saragih dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Rondahaim Saragih dinilai telah berperan dalam memimpin dan melakukan perjuangan mempertahankan wilayah Indonesia dari penjajahan Belanda, khususnya di Simalungun, Sumatera Utara.

Usulan ini diungkapkan mantan Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih yang sebelumnya juga pernah mengajukan usulan ini ke pemerintah, namun hingga saat ini belum dikabulkan.

“Kami tak pernah patah semangat tapi memberikan motivasi kepada anak-anak bahwa di Simalungun ada pejuang yang membantu kemerdekaan,” kata Jopinus saat acara diskusi di Sekretariat Para Syndicate, Jakarta, Rabu (23/10/2024).

Jopinus menuturkan, perjuangan Rondahaim dalam mengusir penjajah Belanda di tanah Simalungun patut diacungi jempol.

“Beliau itu pernah berangkat ke Aceh untuk membangun aliansi perdana pejuang disana. Ternyata masih ada bekas bekas peninggalan daei Rondahaim ini berupa meriam. Ada foto-fotonya,” sambung Jopinus.

Koordinator Komunitas Masyarakat Simalungun Juliaman Saragih menyebut, sudah saatnya wilayah yang berada di pinggiran Danau Toba itu memiliki pahlawan nasional sendiri.

“Kami akan berusaha agar beliau dijadikan pahlawan nasional oleh Pemerintahan Prabowo Subianto,” tutur Juliaman.

Sementara itu, praktisi pertahanan dari UNHAN Herlina JR Saragih menyebut, Rondahaim sudah diakui kehebatannya olah pasukan Belanda.

Beliau ini dijuluki Napoleon der Bataks atau “Napoleon-nya Orang Batak”. Beliau dikenal sampai Belanda karena susah ditaklukkan,” jelas Herlina.

Herlina menuturkan, Rondahaim juga mampu menginspirasi pejuang di tanah Batak lainnya untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah saat itu.

“Beliau tak mempan saat didesak dan dirayu Belanda untuk menyerahkan tanah Simalungun. Tentu semangat ini menginspirasi kita bagaimana kita mampu melawan penjajah di tengah keterbatasan dan dan peralatan yang sederhana,” ungkap Herlina.

Dalam catatan sejarah, Tuan Rondahaim Saragih lahir pada tahun 1828. Tuan Rondahaim Saragih merupakan satu dari tujuh Raja Simalungun yang sangat gigih melawan penjajah pada masa Kolonial Belanda saat itu.

Strategi perang terbuka dan gerilya yang dipimpin Tuan Rondahaim kerap membuat Belanda kerepotan. Rondahaim membentuk pasukan gabungan dari kerajaan kecil di wilayah Simalungun. Ia juga melatih para pasukan itu sebagai pasukan gerilya ataupun kavaleri.

Pasukan Rondahaim ditempatkan di beberapa pos di perkampungan untuk menjaga wilayah dari serangan Belanda. Rondahaim berjuang melawan penjajahan Kolonial Belanda dengan senjata dari hasil barter rempah-rempah dari Malaka yang saat itu dikuasai Portugis.

Sosok yang bergelar Tuan Namabajan ini pernah membakar perkebunan milik Belanda yang meluas hingga tanah Simalungun pada saat itu.

Dia memiliki sifat pantang menyerah, dan semangat juang yang tinggi sehingga dia sangat sulit ditaklukkan oleh Belanda pada saat itu.

Dia memiliki sifat pantang menyerah, dan semangat juang yang tinggi sehingga dia sangat sulit ditaklukkan oleh Belanda pada saat itu.

Di tengah peperangan, sekitar tahun 1891, Tuan Rondahaim meninggal dunia karena usia tua.

Atas jasa-jasa yang dia buat selama memimpin Kerajaan Raya dan perjuangannya melawan Belanda, Tuan Rondahaim mendapat Tanda Kehormatan Bintang Jasa yang dianugerahkan oleh Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie.

Pos terkait