Fajarasia.id – Pemerintah melalui Perum Bulog menegaskan kesiapan logistik pangan dengan menempatkan stok beras siaga di berbagai bandara dan pelabuhan di wilayah Sumatra. Jumlah yang disediakan berkisar antara 20 hingga 50 ton per lokasi, termasuk di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi percepatan distribusi bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi tanggap darurat agar bantuan dapat segera menjangkau daerah-daerah yang terisolasi.
“Kami sudah instruksikan seluruh jajaran Bulog di wilayah terdampak untuk menyiapkan stok minimal 20 hingga 50 ton di setiap bandara dan pelabuhan,” ujar Rizal saat meninjau kesiapan beras di Bandara Halim Perdanakusuma.
Beberapa daerah seperti Bener Meriah, Takengon, Agam, dan Tapanuli Tengah masih mengalami keterbatasan akses darat akibat banjir berkepanjangan. Kondisi ini membuat jalur udara dan laut menjadi pilihan utama penyaluran bantuan. Dengan adanya stok langsung di bandara dan pelabuhan, proses distribusi tidak lagi bergantung pada gudang yang berjarak jauh, sehingga bantuan bisa lebih cepat diterima masyarakat.
Selain beras, Bulog juga menyiapkan minyak goreng dan gula untuk mendukung operasional dapur umum di lokasi bencana. Rizal menekankan bahwa penyaluran logistik dilakukan sebagai langkah cepat tanpa menunggu proses administratif panjang, demi memastikan kebutuhan korban bencana segera terpenuhi.
Bulog mencatat stok beras nasional saat ini mencapai 3,7 juta ton. Di Sumatra, ketersediaan beras dinilai cukup dengan rincian 79 ribu ton di Aceh, 29 ribu ton di Sumatera Utara, dan 7 ribu ton di Sumatera Barat. Untuk memperkuat cadangan, Bulog berencana menambah 20 ribu hingga 30 ribu ton di Sumatera Barat.
Rizal menambahkan, kerja sama Bulog dengan TNI, Polri, BNPB, dan BPBD menjadi faktor penting kelancaran distribusi. Meski akses jalan banyak yang terputus, koordinasi lintas instansi memastikan bantuan tetap sampai ke masyarakat.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada keluhan terkait distribusi logistik. Ini berkat sinergi dengan TNI, Polri, BNPB, dan BPBD,” tutup Rizal.




