Pemerintah Setujui 400 Juta Ton Produksi Batu Bara 2026

Pemerintah Setujui 400 Juta Ton Produksi Batu Bara 2026
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang,Sumatera Selatan, Rabu (15/1/2020). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi batubara nasional tahun 2020 dapat menembus angka 550 juta ton. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.

Fajarasia.id  – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan telah menyetujui produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sebanyak hampir 400 juta ton. Angka ini merupakan bagian dari target nasional yang dipatok sekitar 600 juta ton untuk tahun berjalan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, menyebut proses persetujuan RKAB terus berjalan intensif. “Persetujuan RKAB batu bara sudah mencapai 390 juta ton dan segera menuju 400 juta ton,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Selain batu bara, pemerintah juga telah memberikan lampu hijau untuk lebih dari 100 juta ton produksi nikel. Namun, Tri mengakui adanya tantangan dalam transisi ke sistem aplikasi digital baru yang digunakan untuk pengajuan RKAB.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah memutuskan memangkas target produksi batu bara dari realisasi 2025 sebesar 790 juta ton menjadi 600 juta ton pada 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan global, sekaligus mendongkrak harga komoditas.

Indonesia sendiri menyuplai sekitar 43 persen perdagangan batu bara dunia. Menurut Bahlil, penyesuaian produksi penting agar cadangan tetap terjaga untuk generasi mendatang. “Produksi kita akan diturunkan supaya harga bagus dan tambang kita bisa diwariskan untuk cucu kita,” tegasnya.

Untuk nikel, target produksi juga dipangkas menjadi 250–260 juta ton, menyesuaikan kebutuhan smelter dalam negeri. Kebijakan ini diyakini mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung hilirisasi industri nasional.****

Pos terkait