Fajarasia.id – Pemerintah berkomitmen memperluas jaminan kesehatan nasional (JKN). Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengatakan, JKN memberi dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Jaminan kesehatan nasional terbukti mencegah jutaan keluarga jatuh miskin. Bahkan, JKN menurunkan sekitar 70 persen beban pengeluaran kesehatan,” kata menteri yang akrab disapa Cak Imin ini saat memberikan sambutan acara Peringatan Hari Universal Health Coverage (UHC) Dunia 2025 di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Ia mengatakan, negara telah hadir lebih dari satu dekade. Menurutnya, JKN kini menjadi salah satu sistem jaminan sosial terbesar di dunia.
Cakupan JKN disebut melampaui rata-rata global. Namun, ia mengingatkan masih banyak tantangan harus dituntaskan.
“Sekitar 53 juta peserta masih tidak aktif. Sehingga diperlukan inovasi digital yang dipercepat untuk meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.
Telemedicine dan integrasi data dianggap penting memperkuat layanan. Ia mengatakan, UHC harus dicapai secara kuantitatif dan kualitatif.
Muhaimin mengatakan, kesehatan generasi muda menjadi prioritas pemerintah. Lingkungan sehat dan gizi cukup dinilai penting bagi masa depan bangsa.
Menurutnya, kebiasaan hidup aktif harus dibangun sejak sekolah. Upaya itu disebut bagian dari ekosistem kesehatan nasional.
“Indonesia dapat menjadi teladan sistem gotong royong. Kami harap UHC dapat tercapai secara masif,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, capaian UHC Indonesia masih harus dikejar. Bahkan, lanjut dia, nilainya masih berada di bawah rata-rata global.
“Saya cek angka UHC kita di WHO nilainya 57. Sementara, Indonesia berada di peringkat 66 dari lebih 100 negara,” kata Menkes.
Ia mengatakan, peningkatan kualitas layanan menjadi agenda penting. Pemerintah disebut terus bekerja memperkuat sistem kesehatan nasional.




