Pemerintah Nilai Hilirisasi Rempah Kunci Daya Saing Indonesia

Pemerintah Nilai Hilirisasi Rempah Kunci Daya Saing Indonesia

Fajarasia.id – Pemerintah menilai hilirisasi rempah menjadi fondasi penting untuk membangun keunggulan kompetitif Indonesia. Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menegaskan strategi itu menentukan kemampuan rempah nasional menembus pasar global.

Budi mengatakan hilirisasi rempah memberikan nilai tambah yang dibutuhkan komoditas ekspor Indonesia. Ia menilai Indonesia sulit bersaing jika hanya mengandalkan rempah mentah berdaya saing rendah.

“Saya merasa senang sekali ada program hilirisasi rempah karena sebenarnya ini juga membantu kita untuk pasarkan,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025). Ia menegaskan pemasaran sulit dilakukan jika produk yang dikirim masih berupa bahan mentah.

Budi menyebut Indonesia harus bergerak dari keunggulan komparatif menuju keunggulan kompetitif. Ia menilai perubahan strategi itu penting karena Indonesia menghadapi persaingan ketat dari India dan Tiongkok.

“Jika keunggulan kita hanya komparatif, kita tidak bisa mengalahkan India dan Tiongkok,” ucap Budi. Ia menegaskan hilirisasi menjadi dasar penting untuk menciptakan produk bernilai tambah.

Budi menjelaskan Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka pasar rempah melalui berbagai perjanjian dagang internasional. Ia menyebut sejumlah perundingan berhasil diselesaikan untuk memperluas akses ekspor.

Kemendag juga menjalankan Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) untuk memperkuat kemampuan UMKM berorientasi ekspor. Ia menyebut program itu melibatkan perwakilan perdagangan di 33 negara.

Selain itu, Kemendag terus mengembangkan Desa BISA Ekspor untuk mendorong kapasitas desa sebagai pusat ekspor. Ia menegaskan program itu bertujuan memperkuat ekosistem ekspor berkelanjutan di tingkat lokal.

Kemendag turut menjalankan Program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) untuk mempromosikan kuliner Indonesia melalui restoran Indonesia di luar negeri. Ia menilai program itu berperan mendorong ekspor rempah dan bumbu nasional.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas), Rachmat Pambudy menegaskan peta jalan hilirisasi rempah memutakhirkan visi perdagangan Indonesia. Ia menyebut dokumen itu harus menjadi bagian penting dari pembangunan perdagangan nasional.

“Sekarang, Menteri Perdagangan akan membuat peta jalan baru, yang membuat negara Indonesia berjaya kembali,” kata Rachmat. Ia menegaskan Indonesia kini perlu membangun kejayaan rempah melalui hilirisasi yang terencana.

Rachmat mengapresiasi peran strategis Kemendag dalam menarik ekosistem rempah bergerak lebih optimal. Ia menilai kesejahteraan petani dan pelaku rempah akan meningkat jika harga rempah stabil dan menguntungkan.

“Keunggulan komparatif harus ditingkatkan menjadi keunggulan kompetitif,” ujar Rachmat. Ia menilai hilirisasi menjadi kunci penting untuk memperkuat kapasitas rempah Indonesia.

Lebih lanjut, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Warsito Taruno menegaskan rempah merupakan identitas penting bangsa Indonesia. Ia menilai peta jalan hilirisasi rempah menjadi momentum memulihkan kejayaan rempah Nusantara.

“Kemenko PMK sangat mengapresiasi peluncuran Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025–2045,” ujar Warsito. Ia menegaskan rempah adalah jati diri bangsa yang harus dijaga dan dimanfaatkan.

Warsito menyebut implementasi hilirisasi memerlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dari hulu hingga hilir. Ia menilai langkah bersama mampu membawa rempah Indonesia bersinar kembali di pasar global.

“Kita semua harus berkomitmen membawa rempah Indonesia kembali bersinar,” ucap Warsito. Ia menyebut rempah harus menjadi pilar ekonomi nasional dan sumber kebanggaan budaya bangsa.

Pos terkait