Pemerintah Luncurkan Basis Data Nasional untuk Dorong Talenta Digital

Pemerintah Luncurkan Basis Data Nasional untuk Dorong Talenta Digital

Fajarasia.id  — Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menginisiasi pembangunan basis data nasional yang mengintegrasikan berbagai program pelatihan digital. Upaya ini bertujuan mempercepat pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital di Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam merancang strategi pelatihan digital nasional. Menurutnya, langkah ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

“Kita memerlukan sistem data yang komprehensif sebagai fondasi perencanaan pelatihan digital yang lebih terarah dan sinergis,” ujar Nezar dalam pernyataan resmi di Jakarta.

Sebagai langkah awal, Komdigi telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 5 Tahun 2025. Surat ini berisi permintaan data terkait program pelatihan dan sertifikasi kompetensi digital dari berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi global, penyedia pelatihan lokal dan internasional, serta kementerian dan lembaga pemerintah di tingkat pusat maupun daerah.

Inisiatif ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan keterampilan digital yang masih terjadi di berbagai sektor. Dengan data yang terintegrasi, masyarakat akan lebih mudah mengakses informasi pelatihan, sementara pemerintah dapat memetakan kebutuhan industri secara lebih akurat.

“Pertumbuhan ekosistem inovasi digital nasional hanya bisa tercapai jika seluruh pemangku kepentingan bersatu. Kolaborasi adalah kunci utama dalam memenuhi kebutuhan talenta digital Indonesia,” tambah Nezar.

Kepala Badan Pengembangan SDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pujianto, turut menyoroti pentingnya inklusivitas dalam pembangunan SDM digital. Ia menekankan perlunya mendorong partisipasi aktif perempuan, generasi muda, dan penyandang disabilitas dalam berbagai program pelatihan.

“Bonus demografi yang kita miliki, dengan 69,51 persen penduduk berada dalam usia produktif, merupakan peluang besar untuk membangun ekosistem pelatihan digital yang inklusif dan kompetitif,” jelas Bonifasius.

Dengan dukungan data yang solid dan pendekatan yang inklusif, pemerintah optimis Indonesia dapat memperkuat daya saing nasional dan mewujudkan kemandirian di era ekonomi digital.****

Pos terkait