Pemerintah Klaim Ada yang Iri dengan Sawit RI karena Tak Bisa Bersaing

sawit
sawit

Fajarasia.id – Industri kelapa sawit Indonesia dinilai masih menghadapi kampanye negatif di tingkat global. Pemerintah menilai serangan tersebut muncul karena posisi strategis sawit RI yang sulit disaingi negara lain.

Direktur Perlindungan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Hendratmojo Bagus Hudoro, menyebut isu-isu yang menyerang sawit kerap muncul seiring besarnya kontribusi komoditas ini bagi perekonomian nasional. “Ada banyak isu tentang sawit yang muncul. Kita berpikir positif saja bahwa itu karena ada pihak yang iri dengan kita,” ujarnya dalam diskusi Sawit Setara di Kementan, Senin (2/3/2026) kemarin.

Menurutnya, kecemburuan itu bisa bersifat negatif—dengan upaya melemahkan sawit—atau positif, yakni ketertarikan untuk mengembangkan sawit meski belum mampu bersaing dengan Indonesia. Ia mencontohkan, meski sawit berasal dari Afrika, pengembangannya justru paling besar di Indonesia.

Hendratmojo menegaskan, selama industri sawit RI masih kuat dan kompetitif, isu negatif akan terus bermunculan. Kampanye yang sering muncul antara lain terkait lingkungan, deforestasi, hingga tudingan eksploitasi tenaga kerja.

Sebagai langkah strategis, pemerintah mendorong hilirisasi sawit agar tidak hanya bergantung pada produksi crude palm oil (CPO). “Ke depan kita dorong pengembangan produk turunan seperti farmasi, kosmetik, produk sanitasi hingga bahan bakar,” jelasnya. Hilirisasi dinilai mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor manufaktur.****

Pos terkait