Fajarasia.id – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong pengembangan wisata gastronomi berbasis UMKM, termasuk di wilayah perdesaan. Langkah ini diambil untuk memperkuat potensi ekonomi lokal dan memperluas akses pasar kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional.
“Kami berkomitmen membangun dan mempercepat pertumbuhan desa wisata,” ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat membuka Konferensi Internasional TGDIC 2025 di Nusa Dua, Bali, Jumat (17/10/2025).
Gastronomi sebagai Penggerak Pariwisata Maman menjelaskan bahwa gastronomi, yang erat kaitannya dengan kekayaan kuliner, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 6.000 desa wisata yang berpotensi dikembangkan sebagai pusat gastronomi lokal.
Sektor kuliner sendiri menyumbang sekitar 41 persen terhadap PDB ekonomi kreatif nasional, dan sebagian besar digerakkan oleh pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
Sinergi Lokal dan Digitalisasi Agar wisata gastronomi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Maman menekankan pentingnya penggunaan bahan pangan lokal dari petani dan nelayan, penyajian kuliner yang higienis dan inovatif, serta pengemasan cerita budaya dalam setiap sajian. Pemasaran juga diarahkan melalui kanal digital agar menjangkau lebih luas.
Untuk mendukung pelaku UMKM, pemerintah memberikan pelatihan terkait standar kebersihan, sertifikasi halal dan industri rumah tangga, serta pendampingan usaha dan program inkubasi bisnis kuliner.
Dukungan Permodalan melalui KUR Kementerian UMKM juga mengarahkan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk untuk sektor pariwisata. Pada tahun 2025, plafon KUR mencapai Rp300 triliun, dengan realisasi penyaluran hingga awal Oktober sebesar Rp206,2 triliun kepada 3,5 juta debitur. Penyaluran untuk sektor produksi telah melampaui target 60 persen, dengan nilai Rp124,7 triliun.
Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan Dalam konferensi yang digelar oleh Institut Pariwisata Trisakti, Rektor Fetty Asmaniati menyatakan dukungannya terhadap pengembangan desa wisata. Ia menyebut bahwa institusinya telah membina 15 desa wisata di Jawa dan Sumatera melalui edukasi dan inovasi.
“Kami ingin mengangkat potensi pariwisata dan gastronomi lokal agar semakin dikenal dan menjadi kebanggaan nasional,” ujar Fetty.****





