Fajarasia.id – BRIN memiliki kekuatan sumber daya manusia (SDM) yang besar, dengan ribuan periset dan doktor. Hal tersebut, dapat dimanfaatkan potensinya oleh pemerintah daerah (Pemda) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
“BRIDA bertujuan membangun ekosistem riset, inovasi, dan diharapkan menghasilkan quick response analysis untuk mengikuti dinamika di lapangan. Diharapkan, BRIDA berkontribusi dalam koordinasi dan sinkronisasi kebijakan daerah, dengan menggunakan data dan hasil riset yang berkualitas,” kata Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RID) BRIN Yopi saat memaparkan materinya dalam kegiatan Penyiapan Rencana Induk Pemajuan Iptek (Master Plan) untuk Pembangunan Daerah dengan Memanfaatkan Data Informasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), di Aula BRIDA Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) Selasa (5/6/2023).
Yopi mengatakan, kinerja BRIDA nantinya fokus pada kuantitas koordinasi, kajian riset yang dihasilkan. Serta, kualitas hasil koordinasi dan rekomendasi yang diberikan.
“Terima kasih kepada kabupaten/kota yang telah membentuk BRIDA dan mendorong daerah lain untuk segera melakukan hal yang sama. BRIDA bukanlah pesaing OPD lain yang ada di pemda, tetapi sebagai penunjang agar menjalankan perannya lebih efektif,” ucap Yopi.
Ia pun membeberkan, rencana aksi BRIDA bersama BRIN. Pertama, penguatan kapasitas SDM BRIDA seperti optimalisasi sivitas BRIN daerah untuk mendukung BRIDA.
“Kedua, BRIDA sebagai pemberi rekomendasi kebijakan pemda dan Bappeda, berbasis data Indeks Daya Saing Daerah (IDSD). Melakukan sinkronisasi dan sinergi perencanaan di daerah dengan pemerintah pusat melalui Forum Komunikasi Riset dan Inovasi (FKRI) Daerah,” ujar Yopi.
Kemudian, juga berkoordinasi dengan Deputi Kebijakan Pembangunan BRIN bersama Kementerian Koordinator terkait. Ketiga, ucapnya, BRIDA sebagai OPD pengelola Kebun Raya Daerah sekaligus sebagai pusat pembinaan UMKM.
Lalu, sebagai pusat peragaan iptek bersama jejaring pusat peragaan iptek nasional. Didukung oleh Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN.
“Keempat, mendorong pemanfaatan iptek, khususnya teknologi tepat guna di kalangan pelaku ekonomi daerah. Joint call riset dan inovasi penanganan masalah spesifik di daerah oleh Pemda dan Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN,” kata Yopi.*****





