Fajarasia.id – Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) menyatakan harga cabai keriting dan cabai besar kembali stabil usai perayaan Idulfitri. Namun, harga cabai rawit merah justru semakin melambung dibandingkan sebelumnya.
Demikian disampaikan Ketua Umum AACI, Abdul Hamid, pada Rabu (9/4/2025). “Harga cabai besar dan keriting sudah normal kembali, tetapi cabai rawit merah masih tinggi,” ucapnya.
Menurut Hamid, harga cabai rawit merah diperkirakan turun dalam beberapa hari atau minggu ke depan. Meskipun demikian, dia berharap agar harga cabai tidak turun terlalu rendah.
Hamid mengatakan lonjakan harga cabai sebelum Lebaran disebabkan pasokan yang terbatas. Ini karena pedagang dan petani tidak dapat mendistribusikan cabai dengan baik akibat libur Lebaran.
Saat itu, harga cabai sempat mencapai Rp90-100 ribu per kilogram. “Sekitar 20 persen pedagang yang masih berjualan memanfaatkan situasi ini untuk menaikkan harga,” ujarnya.
Hamid menambahkan petani juga mengalami keterlambatan tanam akibat cuaca buruk pada awal bulan. Ini menyebabkan masa panen cabai menjadi terpusat pada minggu ketiga April.
Hamid berharap harga cabai tetap stabil dengan menghindari penumpukan atau kelangkaan pasokan pada waktu bersamaan. Dia juga menekankan pentingnya edukasi mengenai cara penyimpanan cabai untuk mendukung kestabilan harga.****





