Fajarasia.id – Konsep pembangunan IKN tidak hanya membangun fisik infrastruktur (hardware), tetapi dibarengi pemanfaatan teknologi digital (software). Selain itu juga meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM (brainware).
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, pekan lalu.
Penerapan hardware, software, dan brainware ini menjadi bukti konsep teknologi diimplementasikan dan diadopsi dalam pembangunan IKN. Dalam konteks lokal hal ini akan bermanfaat di masa sekarang maupun mendatang.
“Nah, ini yang akan kami lakukan, kenapa? Karena tingginya tingkat kemanfaatan teknologi,” kata Ali Berawi, gubes Departemen Teknik Sipil, Universitas Indonesia, itu.
Proof Of Concept (POC) atau bentuk uji coba penerapan teknologi dalam pembangunan IKN, akan menjadi proses melakukan pemilahan teknologi yang baik dan pas. Ini sesuai kondisi alam Indonesia, terutama di IKN.
“Momentum pembangunan IKN harus mampu menyajikan brainware. Sebab teknologi terbaru yang ada kebetulan tidak ada di kita, masih di negara-negara luar,” Ali Berawi, alumnus Universitas Oxford Brookes itu.
Hal ini dikatakannya turut memberi kesempatan bangsa Indonesia menunjukkan kemampuan. Contohnya penerapan sky taxi di Bandara Curug, tahun lalu, oleh Kementerian Perhubungan, yang mengadopsi teknologi dari Tiongkok.
Pada Juli mendatang juga akan diuji coba sky taxi dari merk lain. Tepatnya, Hyundai perusahaan dari Korea Selatan dengan kapasitas lima orang termasuk pilot.***





