Fajarasia.id – Ratusan pengungsi asal sembilan negara masih berada di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Kabid Intelkam Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Riau Hubertus Hence, mengatakan jumlah pengungsi mencapai 980 jiwa.
“Pekanbaru diminati para pengungsi asing. Mereka ditempatkan pada delapan lokasi penampungan sementara,” kata Hubertus Hence Kamis (7/3/2024).
Dia menerangkan, dari 980 pengungsi tersebut, sebanyak 847 telah mengantongi izin, sedangkan 133 lainnya belum berizin. “Atau memperoleh layanan Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Pengungsi (UNCHR),” ucap dia.
Izin UNHCR tersebut, kata dia, mengatur izin tinggal sementara di Indonesia. “Selama mereka menunggu solusi jangka panjang yang sesuai bagi mereka,” kata dia.
Para pengungsi sudah mengantongi izin ditempatkan pada delapan lokasi penampungan sementara di Pekanbaru. “Yaitu, di Wisma Indah Sari, Hotel Satria, Wisma Siak Resort, Wisma Fanel,” ujar dia.
“Rumah Tasqya, Wisma Orchid, Kost Nevada, dan Wisma D’Cope.” Hubertus juga menjelaskan sembilan asal negara 980 pengungsi.
“Dari Afganistan dominan atau tercatat 651 orang, Iran tujuh orang, Irak dua orang. Myanmar/Rohingya sebanyak 150 orang, Pakistan 11 orang, Palestina 6 orang, Sudan 14 orang, dan Somalia 6 orang,” kata Hubertus.
Tapi, kata dia, masih terdapat 6.133 orang lagi para pencari suaka. “Mereka masih menjalani proses perolehan izin dari UNHCR,” ucap Hubertus.
Para pencari suaka belum beriin UNCHR dikatakannya masih ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim). “Mereka mencapai 133 orang dan asal negara mereka masih dalam proses pendataan,” katanya.
Dia menyatakan, Kanwil Kemenkumham Riau selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait masalah pengungsi. “Sudah mengantongi izin maupun yang belum, guna menghindari salah komunikasi terkait data para pengungsi,” kata Hubertus.****





