Pedagang Blok M Keluhkan Kenaikan Sewa Kios

Pedagang Blok M Keluhkan Kenaikan Sewa Kios

Fajarasia.id – Para pedagang mengeluhkan penurunan omzet sejak tarif sewa kios melonjak tajam di Plaza 2 Blok M, Jakarta Selatan. Kenaikan biaya dianggap memberatkan usaha yang masih belum pulih setelah pandemi Covid-19.

Pedagang kaca mata, Sutama, mengatakan lonjakan harga sewa membuat pendapatan pedagang kecil semakin tertekan. Menurut dia, omzet usaha langsung merosot sejak aturan baru itu diterapkan.

“Dampaknya sangat buruk sekali kepada kami,” ujarnya, Minggu (7/9/2025). Menurut dia, suasana yang seharusnya ramai justru berubah menjadi sepi.

Sutama menyebut pedagang kuliner merasakan dampak paling besar dibandingkan pedagang optik. Dia menilai pasar offline kini tidak sepadat sebelum pandemi.

Meski begitu, Sutama masih bertahan untuk berjualan setelah puluhan tahun menekuni usaha di kawasan Blok M. “Saya di sini sudah berdagang selama 33 tahun,” ujarnya.

Sutama mengatakan omzet bulanannya kini hanya sekitar Rp100 juta, sepertiga dari rata-rata sebelum 2016. Kondisi tersebut semakin memburuk setelah pandemi menekan daya beli masyarakat.

Sejak Juli 2025, para pedagang di Plaza 2 Blok M dikenakan peraturan baru. Dari yang sebelumnya dikenakan Iuran Kebersihan dan Keamanan Rp300 ribu kini diharuskan menyewa kios Rp1,5 juta per bulan.

Kenaikan biaya lima kali lipat membuat banyak pedagang memilih menutup usahanya. Saat ini hanya tersisa belasan pedagang saja yang masih mampu bertahan menjalankan usaha mereka.

Selain tarif baru, pedagang juga diminta membayar uang jaminan sebulan dan biaya perbaikan kios. Total kewajiban di bulan pertama bisa mencapai Rp3,1 juta per kios.****

Pos terkait