Paul Munster Tebar Senyuman Usai Kalahkan PSBS

Paul Munster Tebar Senyuman Usai Kalahkan PSBS

Fajarasia.id – Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster tersenyum lebar usai anak asuhnya menang tipis atas tuan rumah PSBS Biak di laga keenam BRI Liga 1 2024/2025. Skuad berjuluk Bajul Ijo berhasil mencuri tiga poin, di Stadion Kapten Iwayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (22/9/2024).

Pelatih asal Irlandia Utara itu mengaku anak asuhnya mampu membuktikan kekuatan mereka sebagai tim papan atas di kancah sepak bola tertinggi Indonesia. Dengan torehan tiga poin, Persebaya mampu merebut posisi puncak dari Borneo FC Samarinda dengan nilai 16.

“Semua pemain menunjukkan kemampuan dan kualitasnya saat tampil menghadapi PSBS. Saya sangat senang mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik, dan membawa pulang poin penuh,” ujarnya usai laga.

Meski PSBS mendominasi dalam penguasaan bola, namun mantan pelatih Bhayangkara FC itu tidak peduli. Dia memberikan apresiasi kepada Flavio Silva yang berhasil memanfaatkan satu peluang pada menit ke-16.

“PSBS memang mengusai jalannya laga, tetapi kami bisa memanfaatkan satu peluang untuk menang. Sebenarnya masih ada peluang lainnya tetapi kami hanya menang 1-0,” katanya.

Pelatih kelahiran 9 Februari 1982 ini mengaku tidak mudah mengalahkan PSBS. Dia menilai laga ini menjadi laga terberat yang dilakoni pasukannya.

Mepetnya waktu membuat mereka tidak memiliki persiapan yang baik. Sehingga, dia sangat bersyukur bisa memenangkan laga.

”Ini pertandingan yang sangat berat, kita main setiap empat hari sekali. Tidak ada waktu latihan sama sekali, setelah main recovery, traveling, official training, tandin,” ucapnya.

Situasi ini, menurut Munster, tidak terjadi pada Biak. Mereka menjalani tiga laga home beruntun. “Kami bisa menang karena pemain memiliki keyakinan dan mentalitas untuk menang,” kata dia.

Setelah unggul 1-0, Paul menginstruksikan anak asuhnya bermain bertahan. Sesekali mereka melakukan transisi bertahan ke menyerang, dan hal ini sudah direncanakan setelah turun minum.

”Kami memiliki 3-4 kali peluang emas untuk kill the game, namun tidak tercipta. Situasi sangat sulit bagi kami, pemain letih, lapangan jadi terasa berat, tapi yang terpenting kami menang dan clean sheet,” ujarnya.***

 

Pos terkait