Fajarasia.id – Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Pasha menyatakan keyakinannya bahwa produksi minyak nasional pada 2026 berpotensi melampaui target APBN. Optimisme ini disampaikan dalam kunjungan kerja reses bersama jajaran PT Pertamina (Persero), subholding hulu dan hilir, serta regulator migas di Kabupaten Badung, Bali, Senin (23/2/2025).
Dalam APBN 2026, target lifting minyak ditetapkan sebesar 620 ribu barel per hari. Namun, berdasarkan paparan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), terdapat peluang peningkatan produksi melalui penambahan sumur baru dan optimalisasi sumur lama.
“Kami optimistis lifting 2026 tidak hanya mencapai target 620 ribu barel per hari, tetapi bisa melampauinya,” ujar Syarif.
Ia mengapresiasi langkah Pertamina Hulu Energi yang terus mendorong intensifikasi produksi di berbagai wilayah kerja. Menurutnya, konsistensi peningkatan produksi menjadi faktor penting menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat penerimaan negara dari sektor hulu migas.
Meski demikian, Syarif menekankan bahwa sektor energi tidak hanya soal angka produksi, melainkan juga tata kelola yang baik, transparansi, dan keterbukaan terhadap kerja sama. Ia mengingatkan masih adanya hambatan birokrasi serta kurang terbukanya sebagian pejabat daerah terhadap investasi dan hilirisasi, yang dapat menghambat percepatan program strategis.
Komisi XII DPR RI berkomitmen memperkuat pengawasan, tidak hanya pada capaian produksi dan distribusi, tetapi juga pada perbaikan tata kelola energi agar manfaatnya benar-benar dirasakan negara dan masyarakat.****





