Fajarasia.id – Nilai tukar Rupiah berbalik melemah terhadap Dolar AS, Jumat (8/8/2025), setelah menguat selama dua hari kemarin. Data Bloomberg menunjukkan, Rupiah dibuka turun 0,17 persen atau 27 poin menjadi Rp16.313 per Dolar AS.
Pada Kamis (7/8/2025), Rupiah ditutup naik signifikan 0,46 persen atau 75 poin menjadi Rp16.286 per Dolar AS. Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS dipengaruhi sentimen suku bunga The Fed.
“Kelihatannya isu pemangkasan suku bunga menjadi sentimen saat ini. Nominasi Christopher Waller sebagai Ketua Dewan Gubernur Bank Sentral AS memperkuat sentimen itu,” kata Ariston dalam keterangannya, Jumat (8/8/2025).
Waller disebut-sebut akan menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. ‘Hal ini memperbesar isu pemangkasan suku bunga acuan AS karena Waller diketahui mendukung pemangkasan,” ucap Ariston.
Belakangan ini, pandangan anggota dewan gubernur The Fed terpecah antara mempertahankan dan memangkas suku bunga. Perpecahan ini, disebabkan oleh kebijakan tarif Trump dan data ekonomi AS yang beberapa masih kelihatan solid.
“Di sisi lain ada kekhawatiran akan kenaikan inflasi dan penurunan aktivitas ekonomi. Aktivitas ekonomi ditengarai menurun karen data tenaga kerja di AS yang melemah,” ujarnya.
Meski demikian, rupiah masih berpeluang menguat terhadap dolar AS hari ini. “Potensi penguatan ke arah Rp16.280-16.300, sedangkan level resistansi di kisaran Rp16.350 per dolar AS,” kata Ariston menutup analisisnya.***





