Fajarasia.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat menahan diri dan tidak terpancing emosi menyusul viralnya aksi seorang warga negara asing (WNA) yang memprotes suara tadarusan di Dusun Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, pada malam pertama Ramadan.
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan menekankan pentingnya menjaga suasana Ramadan tetap kondusif. “Semua pihak harus menahan diri, terutama orang yang sedang puasa. Dampaknya juga kepada lingkungan, sebaiknya jangan emosi atau mengamuk, karena bisa disampaikan dengan cara arif dan bijaksana,” ujarnya, Sabtu (21/2).
Amirsyah mengingatkan bahwa tadarus Al-Qur’an adalah ibadah mulia, namun pelaksanaannya perlu menjaga kekhusyukan dan ketertiban agar tercipta rasa aman dan persahabatan. Ia juga menekankan pentingnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. “Orang asing sebagai tamu harus memahami adat dan kearifan lokal,” tambahnya.
Sebelumnya, video viral menunjukkan seorang perempuan WNA masuk ke musala dan merusak mikrofon saat warga sedang tadarusan. Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, menyebut perempuan itu merasa terganggu oleh suara pengeras suara.
MUI berharap masyarakat tetap mengedepankan sikap saling menghormati agar suasana Ramadan berjalan damai dan penuh keberkahan.***





