Fajarasia.co – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, meminta Kapolri turut mengusut kasus gangguan ginjal akut. Hal ini disampaikannya usai mengadakan rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
“Pengusutan ini penting untuk memastikan ada tidaknya tindak pidana di balik kasus tersebut,” kata Muhadjir, Minggu (23/10/2022). Apalagi, lanjutnya kejadian ini sudah mengancam upaya pembangunan SDM, khususnya perlindungan terhadap anak.
Sejauh ini, satu penyebabnya diduga berasal dari cemaran etilen glikol (EG) dan deitilen glikol (DEG) pada obat cair/sirop. “Sebab itu perlu diadakan pelacakan mulai dari asal muasal bahan baku,” kata Menko.
Yaitu bermula dari bagaimana bahan baku tersebut masuk ke Indonesia. “Dan selanjutnya hingga proses produksi obat-obatan yang mengandung kedua zat berbahaya tersebut,” ucap Muhadjir.
Data terakhir menunjukkan kasus gangguan ginjal akut sudah menjangkiti 241 anak di Indonesia. Sebanyak 133 di antaranya dinyatakan meninggal dunia karena penyakit tersebut.****





