Fajarasia.id – Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, mengapresiasi langkah pemerintah menjaga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap stabil. Namun ia mengingatkan agar kebijakan energi tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.
“Langkah ini baik, tapi jangan sampai pemerintah memberi harapan palsu. Stabilitas harga harus dibarengi konsistensi kebijakan,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/6/2026).
Mufti menilai kebijakan menahan harga BBM perlu ditopang perhitungan fiskal matang, termasuk rencana penambahan subsidi Rp90–100 triliun. Ia menekankan bahwa kenaikan harga BBM akan berdampak luas pada kebutuhan pokok dan sektor usaha.
Selain itu, ia mengingatkan pemerintah agar waspada terhadap dinamika global yang bisa memengaruhi pasokan energi dan biaya distribusi. Mufti juga menyoroti fenomena panic buying di sejumlah daerah sebagai bukti pentingnya komunikasi kebijakan yang jelas.
“Setiap keputusan harus berpihak pada rakyat dan menjaga daya beli. Jangan sampai kebijakan justru menambah beban masyarakat,” pungkasnya.****





