Fajarasia.id – Pimpinan MPR RI menegaskan komitmen penuh negara dalam mempercepat pemulihan Aceh pascabencana sebagai prioritas nasional. Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan bahwa pembangunan kembali Aceh bukan sekadar pemulihan infrastruktur, melainkan wujud solidaritas kebangsaan.
“Sakit Aceh adalah sakit kita bersama, dan bencana Aceh adalah bencana kita semua,” ujar Muzani saat menyerahkan bantuan kemanusiaan di Kantor Pemprov Aceh, Selasa (10/2).
Dalam kunjungan tersebut, Pimpinan MPR RI menyerahkan 15.000 paket sembako dan 15.000 paket ibadah untuk delapan kabupaten terdampak. Muzani menegaskan bahwa seluruh aspirasi Pemprov Aceh telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat respons positif, termasuk usulan pembentukan badan rekonstruksi khusus.
Muzani juga mengapresiasi kerja keras TNI, Polri, BNPB, serta jajaran pemerintah yang telah memulihkan hampir seluruh jaringan listrik dan akses jalan di Aceh. Di bidang kesehatan, Kemenkes memastikan layanan rumah sakit dan puskesmas tetap berjalan bagi masyarakat terdampak.
Selain pemulihan infrastruktur, pemerintah pusat bersama Pemprov Aceh juga mendukung tradisi Meugang sebagai prioritas kebutuhan pangan masyarakat menjelang Ramadan. “Kami ingin memastikan masyarakat Aceh tidak merasa sendirian. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota akan terus bergandengan tangan,” tegas Muzani.
Kunjungan Pimpinan MPR RI diakhiri dengan pertemuan bersama para ulama Aceh, menegaskan bahwa negara hadir bukan sekadar dalam bentuk bantuan, tetapi juga sebagai pengikat persaudaraan dan harapan kebangkitan Aceh.




