Fajarasia.id — Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan investasi yang tidak sekadar mendorong angka pertumbuhan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas Forum Indonesia Economic Outlook 2026 yang menyoroti arah kebijakan ekonomi nasional, termasuk percepatan investasi strategis, hilirisasi, dan penguatan sektor riil.
“Investasi harus menciptakan industri, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas nasional. Fokusnya adalah pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Misbakhun, Jumat (20/2/2026).
Ia menilai, dalam konteks global yang penuh tantangan, Indonesia harus memperkuat industri domestik di sektor energi, mineral kritis, pangan, dan teknologi. Kehadiran Danantara Indonesia sebagai platform investasi nasional disebutnya sebagai langkah penting untuk menghubungkan kebutuhan industri dengan pembiayaan dan minat investor.
Menurut Misbakhun, pipeline investasi lintas sektor yang dipaparkan Danantara — mulai dari hilirisasi mineral, energi baru, agrikultur modern, hingga infrastruktur digital — menunjukkan arah yang relevan dengan kebutuhan ekonomi Indonesia. “Investasi harus menjadi instrumen transformasi, bukan sekadar pembiayaan proyek,” tegasnya.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa ekspektasi publik terhadap lembaga penggerak investasi negara sangat tinggi. “Tantangannya adalah pembuktian. Bukan hanya desain kebijakan, tetapi realisasi proyek, tumbuhnya industri, dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” lanjutnya.
Misbakhun menekankan bahwa momentum pasca forum ekonomi ini harus dijaga dengan konsistensi eksekusi dan disiplin tata kelola. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan mitra global dinilai menjadi kunci agar investasi benar-benar menjadi motor transformasi ekonomi berbasis nilai tambah, teknologi, dan produktivitas.***





