Menteri PU Dorong Visi Astacita Lewat Pembangunan Infrastruktur Strategis

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjawab pertanyaan awak media di Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjawab pertanyaan awak media di Jakarta

Fajarasia.id – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan komitmennya dalam mendukung visi Astacita Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai capaian infrastruktur yang berdampak langsung pada ketahanan air, ketahanan pangan, dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (21/10/2025), Dody menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah mengarahkan Kementerian PU untuk tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga berperan sebagai penggerak utama dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi nasional. “Presiden menugaskan kami agar infrastruktur yang dibangun benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2025, Kementerian PU telah melaksanakan sejumlah program prioritas yang sejalan dengan agenda Astacita, mulai dari pembangunan bendungan dan sistem irigasi untuk mendukung sektor pertanian, hingga pembangunan fasilitas pendidikan seperti Sekolah Rakyat yang bertujuan mencerdaskan generasi muda.

Berdasarkan data e-monitoring per 20 Oktober 2025, anggaran Kementerian PU untuk tahun ini ditetapkan sebesar Rp94,99 triliun. Dana tersebut difokuskan untuk menyelesaikan proyek-proyek strategis seperti program swasembada pangan, Instruksi Presiden tentang Jalan Daerah, dan pembangunan Sekolah Rakyat, serta mendukung pelaksanaan tugas pokok kementerian.

“Anggaran ini kami arahkan untuk memperkuat konektivitas, mendukung ketahanan pangan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui infrastruktur yang berkualitas,” jelas Dody.

Dalam bidang pendidikan, Kementerian PU turut berkontribusi terhadap kesejahteraan sosial dengan membangun dan merenovasi fasilitas Sekolah Rakyat. Melalui pelaksanaan Inpres No. 8 Tahun 2025, sebanyak 166 lokasi di 32 provinsi telah direnovasi sebagai bagian dari tahap awal Sekolah Rakyat Rintisan. Selanjutnya, pembangunan Sekolah Rakyat Permanen akan dilanjutkan di 104 lokasi lainnya.

Dody menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun masa depan bangsa. “Kami ingin memastikan bahwa setiap proyek yang kami jalankan memberikan dampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutupnya.***

Pos terkait