Fajarasia.id – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan duka mendalam atas insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan. Ia memastikan terdapat tiga pegawai KKP yang berada di dalam pesawat tersebut saat hilang kontak.
Dalam konferensi pers, Trenggono menegaskan bahwa ketiga pegawai tersebut tengah menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara. “Benar, ada pegawai KKP yang ikut dalam penerbangan itu. Mereka sedang melaksanakan tugas pengawasan udara di wilayah pengelolaan perikanan nasional,” jelasnya.
Identitas Tiga Pegawai KKP
Trenggono kemudian mengungkap identitas ketiga pegawai yang menjadi korban:
- Ferry Irawan, Penata Muda Tingkat Satu, Analis Kapal Pengawas
- Deden Mulyana, Penata Muda Tingkat Satu, Pengelola Barang Milik Negara
- Yoga Naufal, Operator Foto Udara
“Kami sangat berduka dan berdoa yang terbaik bagi seluruh penumpang dan kru pesawat,” tambahnya.
Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan PT Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak pada Sabtu siang saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu sebelumnya berangkat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar.
Kepala Bagian Humas dan Umum Dirjen Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, menjelaskan bahwa pada pukul 04.23 UTC pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21. Namun, tak lama kemudian pesawat dinyatakan hilang kontak.
Menteri Trenggono menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan proses pencarian dan penanganan berjalan maksimal. “Kami berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan agar pencarian segera menemukan titik terang,” ujarnya.





