Menteri Bahlil Ungkap Hilirisasi Indonesia Depan Pengusaha Australia

Menteri Bahlil Ungkap Hilirisasi Indonesia Depan Pengusaha Australia

Fajarasia.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, komitmen Indonesia dalam mendorong hilirisasi di hadapan pengusaha Australia. Selain kolaborasi, ia mengatakan, Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk mendorong transisi menuju pembangunan berkelanjutan.

“Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia sudah sangat baik. Namun dari sisi investasi, potensi kerja sama antara kedua negara belum maksimal,” ujar Bahlil lewat keterangannya, Selasa (14/5/2024).

Menurutnya, Indonesia dan Australia bisa berkolaborasi dalam pengembangan industri baterai mobil listrik. Kedua negara sama-sama memiliki komoditas nikel, Indonesia juga memiliki kobalt dan mangan, hanya litium saja yang tidak ada dan itu dimiliki Australia.

“Saya yakin hubungan Indonesia dan Australia bisa dipererat lagi. Jika kedua negara bisa berkolaborasi, ini akan menjadi kekuatan baru dalam industri baterai mobil listrik,” kata Bahlil.

Bahlil menekankan fokus pemerintah saat ini pada sektor hilirisasi. Indonesia tidak lagi mengekspor komoditas mentahnya untuk diproses di luar negeri, melainkan harus di tanah air.

Program ini telah dilakukan secara bertahap sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo. Komoditas pertama yang dilarang ekspornya adalah nikel di tahun 2020 dan hasilnya telah dirasakan saat ini.

Tahun 2017 ekspor produk turunan nikel hanya sebesar USD 3,3 miliar, di tahun 2022 meningkat 10 kali lipat hingga USD 33,8 miliar. Tentu hal ini tidak mudah karena mendapat tentangan dari negara lain yang merasa dirugikan.

Menurutnya, hilirisasi yang dilakukan oleh Indonesia telah memperhatikan aspek lingkungan dan dapat menjadi contoh bagi negara lainnya. Bahlil mengajak investor untuk datang ke kawasan industri Weda Bay di Maluku Utara untuk melihat langsung kawasan industri yang ramah lingkungan.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, selama periode tahun 2023, Australia menempati peringkat Ke-10 sebagai sumber penanaman modal asing (PMA) terbesar bagi Indonesia. Dengan realisasi investasi mencapai USD 0,5 miliar.***

Pos terkait