Menlu RI dan 7 Negara Desak Israel Buka Akses PBB ke Gaza

Menlu RI dan 7 Negara Desak Israel Buka Akses PBB ke Gaza

Fajarasia.id  – Menteri Luar Negeri Indonesia bersama tujuh negara lain mendesak Israel membuka akses penuh bagi PBB dan LSM internasional untuk beroperasi di Gaza dan Tepi Barat. Desakan ini muncul di tengah memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah Kementerian Luar Negeri RI di akun X @Kemlu_RI, Jumat (2/1), para menlu dari Indonesia, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turkiye, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir menekankan pentingnya akses yang berkelanjutan, dapat diprediksi, dan tanpa batasan.

“Segala upaya untuk menghambat kemampuan mereka beroperasi tidak dapat diterima,” tegas pernyataan tersebut.

Para menlu menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi warga Gaza yang semakin parah akibat cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dan badai. Hampir 1,9 juta pengungsi kini tinggal di penampungan yang tidak memadai.

Kamp-kamp terendam banjir, tenda-tenda robek, hingga bangunan rusak membuat warga sipil rentan terhadap penyakit. Anak-anak, perempuan, lansia, dan kelompok dengan kondisi medis khusus disebut paling berisiko.

Negara-negara tersebut menegaskan dukungan penuh terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 dan Rencana Komprehensif Presiden Donald Trump. Mereka menilai langkah ini penting untuk memastikan gencatan senjata berkelanjutan, mengakhiri perang di Gaza, serta membuka jalan menuju kemerdekaan Palestina.

Selain itu, mereka menekankan perlunya pemulihan awal, termasuk penyediaan hunian layak yang tahan terhadap cuaca ekstrem.

Para menlu mendesak komunitas internasional menekan Israel agar mencabut pembatasan akses masuk bantuan penting seperti tenda, obat-obatan, air bersih, bahan bakar, dan dukungan sanitasi.

Mereka juga menyerukan percepatan rehabilitasi infrastruktur dan rumah sakit, serta pembukaan Penyeberangan Rafah di kedua arah sesuai rencana komprehensif yang telah disepakati.

Pos terkait