Menkum Tegaskan Peran Juru Damai sebagai Teladan Meredam Konflik

Menkum Tegaskan Peran Juru Damai sebagai Teladan Meredam Konflik

Fajarasia.id  – Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas menekankan pentingnya peran juru damai atau peacemaker sebagai teladan dalam meredam perselisihan di tengah masyarakat. Menurutnya, konflik dapat muncul dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari sengketa lahan, pertanian, hingga isu sensitif antarwarga.

“Di tengah kegaduhan, keteladanan para juru damai sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah, meredakan perselisihan, dan menumbuhkan kembali harmoni,” ujar Supratman dalam keterangannya di Jakarta yang dikutip Redaksi pada Selasa (16/12/2025).

Supratman memberikan apresiasi khusus kepada juru damai di Jawa Timur, khususnya di Kelurahan Gayungan, Surabaya Selatan. Ia menyoroti keberhasilan Lurah Pramudita Yustiani bersama Pos Bantuan Hukum (Posbankum) setempat dalam menyelesaikan konflik sensitif terkait pendirian rumah ibadah. Menurutnya, kasus tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian damai bisa lebih efektif dibandingkan penanganan aparat hukum atau pemerintah.

Menkum mengaitkan keberhasilan tersebut dengan semangat para pendiri bangsa, terutama para ulama yang rela menghapus tujuh kata dalam sila pertama Pancasila demi menjaga persatuan NKRI.

“Apa yang terjadi di Gayungan adalah keteladanan nyata dari para peacemaker dan paralegal. Kebijaksanaan tumbuh dari masyarakat sendiri,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria menekankan bahwa pembangunan desa tidak hanya berupa proyek fisik, tetapi juga harus mencakup sistem dan ekosistem pelayanan hukum. Ia menilai Posbankum sebagai sistem yang mampu melindungi warga sekaligus mencegah konflik berulang.

“Jika desa memiliki sistem hukum yang baik, desa akan kuat. Dan kalau desa kuat, Indonesia pasti maju,” tegas Riza.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai kehadiran juru damai merupakan kebutuhan mendasar. Menurutnya, peran mereka penting untuk mengantisipasi benturan sosial maupun perbedaan antarperadaban.

“Dengan pemahaman dan solusi yang diberikan melalui Posbankum, proses menjaga NKRI benar-benar dibangun dari berbagai lini,” ujar Khofifah.

Rangkaian pernyataan tersebut menegaskan bahwa juru damai bukan hanya penyelesai konflik, tetapi juga teladan yang menjaga harmoni sosial dan memperkuat fondasi persatuan bangsa.****

Pos terkait