Fajarasia.co – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendapatkan laporan dari Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng sejak April 2021 hingga Agustus 2022, KBRI Phnom Penh menangani aduan dan memproses pembebasan serta pemulangan 453 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB).
Sebanyak 453 PMIB ini mengaku telah menjadi korban penipuan lowongan kerja di Kamboja dan dipekerjakan serta dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan milik warga Tiongkok yang beroperasi di Kamboja.
Laporan ini diterima Muhadjir saat melakukan pertemuan dengan 20 perwakilan dari 172 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) di Kantor Kedutaaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, Kamboja, pada Rabu 12 Oktober 2022 kemarin.
Setelah mendengar cerita dari para PMIB, Muhadjir mengharapkan pengalaman buruk ini menjadi pelajaran berharga untuk berhati-hati dalam mencari pekerjaan di luar negeri.
“Masyarakat Indonesia menggunakan sumber-sumber resmi serta terpercaya dalam mencari kesempatan bekerja di negara orang,” dalam keterangan yang diterima, Kamis (13/10/2022).
Selain itu, Muhadjir juga mengharapkan agar para PMIB yang saat ini sedang ditangani pemulangannya oleh KBRI Phnom Penh untuk dapat mengikuti dengan baik semua prosedur yang harus dijalani.
Dia juga mengatakan, pemerintah akan berupaya untuk menyelesaikan masalah yang merundung para PMIB di Kamboja melalui Kementerian Luar Negeri, serta dengan kementerian dan lembaga lainnya.
Muhadjir pun meminta agar para PMIB terbuka dan dapat memberikan semua informasi penting yang bermanfaat bagi aparat kepolisian setempat untuk menindak perusahaan-perusahaan online scam, serta kepada aparat kepolisian Indonesia dalam menangkap para anggota sindikat perekrut dan pengirim tenaga kerja secara nonprosedural ke luar negeri.
“Kiranya pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, terutama tentang pentingnya untuk berhati-hati dalam mencari pekerjaan di luar negeri,” papar Muhadjir.
Diketahui, berdasarkan data KBRI Phnom Penh, per Agustus 2022, terdapat sekitar 8000 WNI yang resmi tercatat di Kamboja dan mayoritas di antaranya bekerja di sektor hiburan seperti kasino dan judi online. Sektor hiburan tersebut tercatat sebagai bisnis legal untuk beroperasi di wilayah Kamboja.
Namun demikian, pada 2 tahun terakhir, banyak bermunculan kasus di mana para PMI dipekerjakan di perusahaan – perusahaan ilegal yang bergerak di bidang scam.****





