Menko Perekonomian: Indonesia Berkontribusi Dorong Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Menko Perekonomian: Indonesia Berkontribusi Dorong Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Fajarasia.id – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, Indonesia berkontribusi atas stabilitas dan pertumbuhan ekonomi ASEAN. Sehingga pertumbuhan ekonomi ASEAN diproyeksikan tumbuh 4,2%di tahun 2023, dan meningkat 4,5% di tahun 2024

“Beberapa indikator ekonomi ASEAN lainnya juga menunjukkan prospek yang bagus. Misalnya, total perdagangan di ASEAN mencapai 3,8 triliun dollar di tahun 20232, atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun 2021,” kata Menko Airlangga Kamis (12/10/2023).

Investasi langsung, tambah Menko, bahkan mencapai rekor tetinggi di tahun 2022. Yaitu sebesar USD224,2 miliar atau meningkat 5,5% dari USD 212,4 miliar di tahun 2021.

Kontribusi Indonesia atas stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di ASEAN, tidak lepas dari kondisi perekonomian Indonesia yang solid. Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi 5% selama 7 kuartal berturut-turut dan inflasi rendah 2,2% hingga September 2023.

“Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2022 membawa ASEAN sebagi episentrum pertumbuhan, GDP nya berpotensi mencapai 20 triliun dollar. Untuk mencapai itu, ASEAN berkomitmen untuk memperkuat kerjasama menghadapi guncangan global,” ujar Menko Perekonomian.

Sejumlah isu yang menjadi fokus ASEAN adalah masalah kesehatan, perubahan iklim, ketahanan pangan, dan energi hijau. Termasuk masalah rantai pasok, stabilitas makroekonomi dan keuangan, tranformasi digital serta ekosistem ekonomi biru dan hijau.

“Kolaborasi dan kerjasama ASEAN untuk mewujudkan berbagai tujuan ASEAN di masa depan, juga dilakukan melalui Forum ASEAN-Indo Pasifik. Capaiannya berupa 93 proyek investasi senilai 38 miliar dollar,” ucap Menko Airlangga.

Capaian lainnya dari keketuaan Indonesia di ASEAN, tambah Menko Airlangga, adalah ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Kesepatan itu dilengkapi dengan Master Plan on ASEAN Connectivity 2025.

“Konektivitas merupakan kunci pembangunan ekonomi terpadu di kawasan. Karena ASEAN memiliki potensi ekonomi digital yang besar dari 1 trliun dollar menjadi 2 triliun dollar hingga tahun 2030,” kata Menko Airlangga menutup pidatonya.****

Pos terkait