Fajarasia.id – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Tohir sampaikan Indonesia siap berbagi pengalaman pengelolaan dan pelestarian mangrove. Dimana mangrove mempunyai peran signifikan dalam pengendalian perubahan iklim dunia.
“Mangrove penting bagi Indonesia, mengingat manfaatnya bagi lingkungan serta kemampuannya memperkuat ketahanan pesisir. Mangrove turut serta mengendalikan perubahan iklim dengan berperan sebagai paru-paru dunia melalui penyerapan dan penyimpanan karbon biru,” ujar Erick di Dubai, Sebagaimana rilisnya yang diterima Redaksi, Minggu (10/12/2023).
Menurutnya, mangrove memberikan sejumlah manfaat di antaranya perlindungan pantai, keanekaragmaan hayati yang tinggi. Kemudian manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui ekowisata dan penetapan harga karbon.
“Kemampuan ekosistem mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon dengan kepadatan yang melebihi hutan tropis telah menarik perhatian dunia. Di Indonesia saja, ekosistem mangrove mampu menangkap 3,3 GigaTon CO2,” kata Erick.
Angka tersebut, menurut Erick, setara dengan 3,36 juta Ha kawasan mangrove dengan potensi valuasi ekonomi mencapai USD 16,5 Juta. Dirinya menerangkan bahwa sejak 2020, Indonesia telah menanam lebih dari 265 juta mangrove.
Peran sektor swasta dapat dikatalisasikan ke dalam program restorasi dan konservasi mangrove di seluruh dunia. Mulai tahun ini akan dilakukan percepatan restorasi 75 ribu Ha lahan mangrove dan konservasi 400 ribu Ha yang ditargetkan selesai pada 2024.
“Indonesia berpengalaman dalam model bisnis ekosistem mangrove. Seperti karbon biru, budidaya perikanan yang berkelanjutan, dan pengembangan perikanan yang menghasilkan keuntungan finansial,” ucap Erick.***





