Menkeu Sri Mulyani: Reputasi G20 Pernah Selesaikan Multikrisis Global

Menkeu Sri Mulyani: Reputasi G20 Pernah Selesaikan Multikrisis Global

Fajarasia.co – Menteri Keuangan mengungkapkan G20 pernah berhasil mengatasi krisis perekonomian global, dan kini saatnya kembali bekerja mengatasi krisis pascapandemi. Pernyataan itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat membuka Pertemuan Ketiga Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Bali Nusa Dua Convention Center.

Ia mengawali pidatonya dengan menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

“Abe adalah salah seorang pemimpin dunia yang hebat. Kita melihat kepemimpinannya pada saat Jepang memegang Presidensi G20 di tahun 2019,” kata Menkeu Sri Mulyani, Jumat (15/7/2022).

Dalam pidato pembuka selama kurang lebih setengah jam, Menteri Keuangan memaparkan kondisi dunia saat ini. Dunia, menurutnya, sedang menghadapi situasi ekstrem karena dampak pandemi, konflik geopolitik, krisis ekonomi, krisis energi dan pangan. Laju inflasi tinggi dan ancaman kebangkrutan beberapa negara karena kesulitan fiskal dan gagal membayar utangnya juga ikut membayangi.

“Saat pertemuan terakhir bulan April kemarin, situasinya sangat menantang. Hari ini, kita bertemu dalam suasana yang lebih menantang lagi. Sebagai Menteri Keuangan, kita menghadapi kondisi yang sulit. Krisis pangan, restriksi ekspor, dan dampak pandemi masih terasa,” jelas Menkeu.

“Forum G20 berkumpul lagi di tengah situasi yang sulit dan rumit. Karena itu penting untuk bekerja sama dan menentukan bagaimana tantangan ini harus direspons dengan semangat kolaborasi dan mencapai konsensus,” tambah Menkeu.

Pertemuan G20 kali ini seharusnya dapat menghasilkan langkah nyata dalam mengatasi krisis. Ini belajar dari keberhasilan G20 mengatasi krisis 2009 ketika perekonomian dunia nyaris kolaps, diikuti krisis akibat pandemi 2020, melalui pengadaan vaksin.

“Jadi jelas, kita harus mengambil langkah maju dengan membangun jembatan, bukan membangun dinding (wall) atau perang (war),” imbuh Menkeu.

Menkeu juga mengingatkan mahalnya risiko yang harus dikeluarkan jika pertemuan G20 ini gagal berkontribusi mengatasi multikrisis yang terjadi saat ini. Taruhannya adalah reputasi Forum G20 di mata masyarakat dunia.

“Jadi, kita harus menunjukkan pada dunia bahwa Forum G20 layak mendapatkan reputasi yang baik,” kata Menkeu.

Pada kesempatan itu, Menkeu juga mengucapkan terima kasih pada seluruh delegasi yang dapat hadir secara fisik ke Bali untuk mengikuti rangkaian agenda pertemuan G20.****

Pos terkait