Fajarasia.id – Menteri Perhubungan memimpin Apel Gelar Pasukan di Stasiun Gambir, Jakarta, pada Kamis (18/12/2025) malam. Kegiatan apel pasukan ini menandai dimulainya masa operasi angkutan Natal 2025 serta Tahun Baru 2026.
Pemerintah memprediksi total pergerakan masyarakat pada masa liburan akhir tahun ini mencapai 119,5 juta orang. Beban layanan transportasi akan sangat tinggi dan berlangsung cukup panjang karena dua momentum besar tersebut.
“Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru merupakan salah satu periode paling krusial dalam penyelenggaraan transportasi nasional,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Kesiapan operasional menjadi hal mutlak mengingat adanya potensi cuaca ekstrem seperti banjir dan tanah longsor. PT Kereta Api Indonesia (KAI) diminta meningkatkan pengawasan terhadap berbagai infrastruktur serta prasarana jalur kereta.
“Titik-titik rawan bencana ini sudah kita identifikasi dan sudah kita mitigasi juga, terutama itu di Daop 4 Semarang daerah Jawa Tengah,” ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.
Pihak manajemen kereta api telah memetakan total 131 titik rawan bencana di seluruh wilayah Pulau Jawa. Perbaikan teknis telah dilakukan secara menyeluruh termasuk meninggikan rel yang sering terendam banjir di daerah Kaligawe.
“Untuk perlintasan sebidang ini kita menambah 2.800 petugas ekstra dan kita jaga benar,” ucap Bobby.
Sebanyak 2,7 juta kursi kereta api jarak jauh telah disediakan untuk melayani penumpang selama liburan. Tingkat penjualan tiket untuk seluruh layanan perjalanan tersebut saat ini sudah mencapai angka 60 persen.
“Dan perlu disampaikan juga adalah untuk tiket diskon 30 persen itu sudah lebih dari 50 persen terjual,” kata Bobby.
Program potongan harga tiket khusus ini berlaku untuk semua destinasi perjalanan layanan kereta kelas ekonomi. Penawaran menarik tersebut dapat dinikmati masyarakat mulai tanggal 18 Desember hingga 4 Januari mendatang.




