Fajarasia.id – Tradisi Weh-wehan digelar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Kranggan Kaliwungu Kendal , Tradisi Weh-wehan merupakan tradis saling membagikan makanan yang diantarkan ke rumah-rumah tetangga.
Tiap rumah di sepanjang gang menggantungkan berbagai jenis jajanan. Juga sayuran seperti terong, kacang panjang, bawang merah, bahkan menggantungkan pakaian.
Jenis jajanan, sayuran, dan pakaian tersebut digantung melintang jalan gang. Masyaralat mulai memperebutkan setelah acara membaca Barzanji dan selawat Nabi usai Salat Magrib atau Salat Isya.
Sesepuh Kampung Kranggan, Muhammad Arsyad mengatakan, tradisi Weh-wehan sudah turun-temurun diperingati setiap 12 Maulud. Tradisi Weh-wehan menggambarkan kemakmuran, berkat mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.
“Tradisi Weh-wehan ini sudah ada sejak zaman dulu. Menandakan kemakmuran dengan adanya kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.
Dikatakan, bentuk rasa syukur atas kemakmuran ini diwujudkan dengan saling memberi atau membagikan makanan kepada para tetangga. “Nanti malam dilakukan di musala membaca Barzanji atau Maulid Nabi dan diakhiri dengan mengambil jajan-jajan yang digantung di atas itu,” katanya.
Seorang warga, Muhammad Abduh menyebut, tradisi Weh-wehan atau saling membagikan makanan sudah ada sejak ia masih kecil. Seiring dengan perkembangan zaman, diganti berbagai jenis jajanan.
“Biar lebih menarik diganti dengan jajanan. Tujuannya agar anak-anak merasa senang bisa mendapatkan berbagai jenis jajanan,” katanya.****





