Fajarasia.co – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim optimis Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2022 membangkitkan industri fesyen Indonesia. Terlebih, Festival Mahakarya Vokasi Adibusana pada gelaran JMFW menampilkan karya-karya dari satuan pendidikan vokasi.
“Hal ini menunjukkan kepada kita semua bahwa sumber daya manusia vokasi Indonesia memiliki profesionalitas dan berkapasitas untuk bersaing di industri fesyen muslim. Saya ucapkan selamat kepada satuan pendidikan vokasi yang berhasil menampilkan karyanya di JMFW 2022,” ucap Nadiem dalam keterangan tertulis, Senin (24/10/2022).
Kementeriannya, lanjut Nadiem, telah melakukan seleksi ketat atas rancangan yang diajukan satuan pendidikan vokasi dengan melibatkan pakar dari dunia akademik. Sekaligus para pelaku industri fesyen untuk melakukan kurasi yang sesuai dengan budaya profesionalitas kuratorial di bidang industri kreatif.
“Melalui proses seleksi tersebut, bapak dan ibu akan melihat 60 looks karya peserta didik dan pendidik dari 10 satuan pendidikan vokasi. Dengan penampilan spesial dari beberapa lembaga kursus dan pelatihan,” katanya.
Selain itu, dalam kegiatan ini juga tersedia stand (booth) pameran yang menampilkan karya fesyen dari satuan pendidikan vokasi. Booth ini juga dapat dinikmati pengunjung melalui virtual reality (VR).
Festival Mahakarya Vokasi Adibusana ini adalah hasil kerja sama antara Kemendikbudristek, Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Festival ini merupakan ruang pamer dari karya terbaik dan terpilih dari semua jenjang satuan pendidikan vokasi di seluruh Indonesia.
Mengusung semangat untuk menciptakan wadah kreativitas bagi industri fesyen muslim Indonesia. Sebanyak 10 satuan pendidikan vokasi yang terpilih berkesempatan memperagakan karya mereka.
Salah satu karya yang tampil adalah busana hasil rancangan SMK NU Banat Kudus yang diperagakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kiki Yuliati. Tak hanya itu, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek, Suharti, dengan disaksikan secara langsung oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim.
“Saya senang bisa berpartisipasi meramaikan acara sekaligus memberi semangat kepada peserta didik vokasi. Sehingga ke depan mereka lebih termotivasi untuk mengembangkan talentanya di bidang fesyen,” kata Suharti.
Sementara itu, Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), Saryadi, menjelaskan JMFW 2023 ini Festival Mahakarya Vokasi Adibusana yang disajikan berasal dari 10 satuan pendidikan (satdik) vokasi. Yang terdiri atas enam SMK dan empat perguruan tinggi vokasi.
Karya yang ditampilkan dari jenjang SMK berasal dari SMKN 3 Malang, SMKN 7 Malang, SMKN 1 Buduran, SMKN 3 Blitar, SMK NU Banat Kudus, dan SMK Syubbanm bul Wathon. Adapun dari perguruan tinggi vokasi karya yang ditampilan adalah Politeknik Negeri Media Kreatif, ISWI Jakarta, ISI Denpasar, dan Universitas Kristen Maranatha, Bandung.
“Dalam kegiatan ini, juga disajikan penampilan dari dua LKP. Yakni LKP Simphony Music (Tasikmalaya) dan LKP Yayasan Sekolah Musik Vidi Vici, Jakarta,” kata Saryadi.****





