Mendes Yandri ajak kolaborasi jadikan desa pusat ketahanan pangan

Mendes Yandri ajak kolaborasi jadikan desa pusat ketahanan pangan

Fajarasia.id – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak beragam pihak, mulai dari pemerintah desa, masyarakat, hingga swasta untuk berkolaborasi atau bekerja sama menjadikan desa sebagai pusat ketahanan pangan dan energi.

“Mari, kita bersatu padu, bekerja sama, dan berinovasi untuk menjadikan desa sebagai pusat ketahanan pangan dan energi serta pendorong ekonomi nasional melalui hilirisasi,” kata Mendes Yandri, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (5/11/2024).

Hal tersebut, menurut dia, merupakan salah satu langkah dalam mengoptimalkan pembangunan Indonesia dari desa. Desa sejatinya memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan di tanah air karena lebih banyak penduduk Indonesia hidup dan bertempat tinggal di desa.

“Hampir 73 persen penduduk Indonesia ada di desa, termasuk yang di Karawang. Artinya, tadi kita teriakan, ‘Bangun Desa Bangun Indonesia’ sejatinya itu kita melakukan pembangunan yang merata, terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata dia.

Hal tersebut disampaikan Yandri melalui rilisnya yang dikutip Redaksi pada Selasa (5/11/2024).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa terkait dengan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mewujudkan swasembada atau kemandirian pemenuhan bahan pangan, desa berperan strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Dengan program ketahanan pangan melalui dana desa, kata dia, desa-desa di Indonesia dapat menjadi lumbung pangan yang menyediakan bahan makanan pokok yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga terjangkau.

“Kita harapkan para petani, nelayan, dan peternak di desa tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga berpartisipasi dalam hilirisasi produk, seperti mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah. Misalnya, hasil pertanian seperti jagung dan singkong dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang bisa dipasarkan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar internasional,” kata Mendes Yandri menjelaskan.

Kemudian terkait swasembada energi, ia mengatakan bahwa desa-desa di Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan energi terbarukan, seperti biogas, biomassa, dan tenaga surya. Desa dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada agar mampu mandiri secara energi.*****

Pos terkait