Fajarasia.id – Dalam mengawasi jalur tikus di daerah perbatasan masyarakat diminta untuk bekerja sama dengan TNI-Polri. Hal ini disampaikan, Kepala Badan Nasional Pengelolah Perbatasan (BNPP) Tito Karnavian.
“Kami akan berkoordinasi dengan TNI-Polri dalam mengawasi jalur tikus di daerah perbatasan. Akan tetapi TNI-Polri tidak dapat menjaga semua jalur tikus itu sebab kekuatan personel yang terbatas sehingga memerlukan bantuan masyarakat,” kata Tito Karnavian kepada wartawan saat kunjungan kerja di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Sebagaimana dikutip dari rilisnya, Kamis(14/12/2023).
Menurut Tito, jalur tikus sebagai salah satu kerawanan yang ada di perbatasan darat. Kerawanan yang terjadi di Pulau Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia dan Pulau Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini.
“Jalur tikus salah satu jalur kerawanan di jalur darat Indonesia. Terutama di Kalimantan dan Papua itu banyak sekali jalur tikusnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Pengelolah Perbatasan (BNPP) melakukan observasi terkait jalur tikur di daerah perbatasan, khususnya di Kalimantan Barat. Pada 2020, terdapat 29 titik perlintasan tidak resmi (Jalur Tikus) di Kabupaten Sambas dan Bengkayang.
Selain itu, BNPP telah memetakan 25 titik jalur tikus di Kabupaten Sanggau. Kemudian pada 2023 terdapat 27 jalur tikus di Kabupaten Kapuas Hulu. ****





