Fajarasia.co – Presiden Joko Widodo resmi melantik pengurus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) periode 2022-2027.
Melansir berbagai sumber, berikut profil pengurus BPIP;
Kepala BPIP Yudian Wahyudi
Yudian merupakan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP kedua sejak 5 Februari 2020. Ia menamatkan gelar sarjananya di Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga pada 1987.
Selain itu, Yudian juga menyelesaikan gelar sarjananya dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada pada 1986. Ia menyelesaikan pendidikannya di Harvard Law School dan McGill University.
Wakil Kepala BPIP Karjono
Karjono menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Terbuka Jakarta. Ia merupakan alumnus Universitas Terbuka tahun 1997.
Selain itu, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti).
Dewan Pengarah
1. Megawati Soekarnoputri (Ketua)
Megawati Soekarnoputri merupakan salah satu tokoh di Indonesia dan juga anak kedua dari Presiden Pertama Indonesia Ir Soekarno.
Megawati dikenal sebagai Presiden Indonesia ke-5 yang menggantikan KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur sebagai Presiden.
Saat ini, Megawati menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), salah satu partai terbesar di Indonesia.
2. Try Sutrisno (Wakil Ketua)
Try Sutrisno merupakan Wakil Presiden ke-6 Indonesia. Ia menjabat selama lima tahun yakni 1993-1998, mendampingi Presiden Soeharto. Sebelum duduk di kursi RI-2, Try Sutrisno lama berkarier di militer.
3. Wisnu Bawa Tenaya (Sekretaris)
Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, lahir 24 April 1958) adalah seorang Purnawirawan TNI-AD yang mengemban amanat sebagai Koordinator Staf Ahli Panglima TNI.
Lulusan AKABRI 1981 ini berpengalaman dalam bidang Infanteri (Kopassus). Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Pangdam IX/Udayana.
Selain itu, ia merupakan Ketua umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (2016–2021).
4. KH Said Aqil Siradj
Said Aqil merupakan mantan Ketua Umum PBNU yang telah menjabat selama dua periode, yakni periode 2010-2015 dan 2015-2020.
Ulama kelahiran Cirebon, 3 Juli 1953 ini merupakan putra kedua dari KH. Aqiel Siradj dan Nyai Hj. Afifah Harun.
Ayahnya merupakan pendiri pondok pesantren KHAS Kempek. Sejak tahun 2010, Saiq Aqil kerap masuk ke dalam daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia. Dia selalu menempati urutan atas dalam daftar itu.
5. M. Amin Abdullah
M. Amin Abdullah yang lahir 28 Juli 1953 adalah seorang filsuf, ilmuwan, pakar hermeneutika dan cendekiawan muslim Indonesia.
Ia pernah menjabat Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta selama 2 periode (2005-2010) dan juga aktif di organisasi Muhammadiyah dengan jabatan tertinggi sebagai Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2000-2005).
6. Andreas Anangguru Yewangoe
Andreas Anangguru Yewangoe yang lahir 31 Maret 1945 adalah seorang pendeta, dosen dan teolog Kristen Protestan yang merupakan salah satu tokoh pemimpin dan pemikir Kristen Indonesia saat ini.
Awalnya, ia adalah dosen Akademi Theologi Kupang, Sekolah Tinggi Theologi Kupang kemudian menjadi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ia menjadi dosen tetap Sekolah Tinggi Teologi Moriah di Gading Serpong, Tangerang, Banten.
7. Sudhamek
Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto lahir 20 Maret 1956, ia pernah menjadi anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila sejak 7 Juni 2017. Sebelumnya ia adalah Chairman GarudaFood Group.
8. Rikard Bagun
Rikard Bagun lahir di Flores 3 April 1956, ia adalah seorang wartawan senior di media nasional. Beliau menamatkan pendidikan dari Sekolah Tinggi Filsafat Dryarkara Jakarta (BA), S1 Universitas Indonesia (S1 Filsafat), IDEAS Fellowship, Executive Program, Sloan School of Management, dan Massachusetts Institute of Technology (Amerika Serikat).****





