Masalah di Indonesia Bisa Guncang Pasar Penerbangan Asia Tenggara

Masalah di Indonesia Bisa Guncang Pasar Penerbangan Asia Tenggara

Fajarasia.id – Prospek pertumbuhan pasar penerbangan Asia Tenggara menjadi sorotan dalam Singapore Airshow. Meski kawasan ini diprediksi tumbuh pesat dalam dua dekade ke depan, analis Brendan Sobie menilai Indonesia justru menjadi titik lemah utama.

Data menunjukkan kapasitas kursi penerbangan Asia Tenggara pada 2025 masih 8% di bawah level 2019, dengan lebih dari separuh selisih berasal dari pasar domestik Indonesia. Jumlah penumpang domestik RI merosot 34% dibanding 2018, diperburuk oleh melemahnya daya beli kelas menengah, naiknya pengangguran, serta pelemahan rupiah.

Armada pesawat komersial Indonesia menyusut sekitar 30% dari sebelum pandemi, sementara dua grup maskapai menguasai 90% pasar domestik. Harga tiket pun jauh lebih tinggi dibanding 2018, membuat pemulihan permintaan semakin sulit.

Menurut Sobie, tanpa kontribusi kuat dari Indonesia, target pertumbuhan penerbangan Asia Tenggara akan sulit tercapai. Proyeksi IATA yang memperkirakan RI mencapai 390 juta penumpang pada 2037 dinilai terlalu ambisius, dengan pasar tahun ini hanya sekitar 105 juta penumpang.

“Tanpa kontribusi yang lebih kuat dari Indonesia, hampir tidak mungkin bagi Asia Tenggara untuk mencapai angka perkiraan secara keseluruhan,” tulis Sobie.***

Pos terkait