Mantan Wapres Terbaring Dirumah Sakit, Begini Kondisinya

Mantan Wapres Terbaring Dirumah Sakit, Begini Kondisinya

Fajarasia.id – Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno tengah terbaring di rumah sakit. Bersyukur, kondisinya kini sudah membaik.

Kabar itu disampaikan oleh mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie. Jimly baru saja menjenguk Try yang terbaring lemas di rumah sakit.

Jimly mengatakan, kondisi kesehatan mantan Panglima ABRI tersebut sudah semakin sehat. Dia mengajak seluruh warga Indonesia untuk mendoakan agar Try segera sehat.

“Alhamdulillah Bapak Try Soetrisno di RS sudah semakin sehat. Banyak memberi petuah dengan sukacita bersama bu Try. Kita doakan beliau terus sehat, petuah-petuahnya untuk bangsa dan negara selalu dibutuhkan,” tulis Jimly di akun Twitternya, yang dikutip redaksi,¬† Sabtu (17/12/2022).

Jimly tak menjelaskan, sakit apa Try sehingga terpaksa harus menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Profil Try Sutrisno
Try Sutrisno sempat menjadi perbincangan beberapa waktu lalu. Usai pengakuannya tidak mempunyai uang setelah purna tugas di karir kemiliterannya.

Diketahui, sebelum menjabat wakil presiden ke-6 era Orde Baru, Try Sutrisno sempat menjabat sebagai Panglima ABRI periode 1988-1993.

Karir militer pria kelahiran 15 November 1935 ini terbilang moncer. Lahir dari ayahanda seorang sopir ambulans dan ibunda ibu rumah tangga, Try Sutrisno sempat putus sekolah. Dikutip dari berbagai sumber, keputusan itu dibuat untuk membantu perekonomian keluarga. Try Sutrisno menjadi penjual rokok dan koran.

Saat usia 13 tahun, Try Sutrisno sempat menjadi ‘intel’ berselimut kurir. Ia ingin bergabung dengan Batalyon Poncowati dan melawan, namun tidak ada yang menganggapnya serius. Akhirnya, Try Sutrisno kecil dipekerjakan sebagai kurir.

Tugasnya, mencari informasi ke pelosok daerah yang diduduki tentara Belanda sambil mengambil obat-obatan untuk Angkatan Darat Indonesia.

Meski terbilang moncer. Try Sutrisno juga pernah menelan pil pahit kegagalan. Yakni, saat mendaftar ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat). Lulus ujian masuk, langkahnya terhenti saat pemeriksaan fisik.

Namun, dewi keberuntungan masih mengiringi langkahnya. Adalah Mayor Jenderal GPH Djatikusumo yang tertarik dengan Try Sutrisno remaja dan memanggilnya.

Akhirnya, try Sutrisno remaja bisa berpartisipasi dalam pemeriksaan psikologis di Bandung, Jawa Barat dan diterima gabung ATEKAD.*****

Pos terkait