Fajarasia.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Mahdalena, menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor di Sumatera. Ia meminta pemerintah memastikan seluruh bantuan jaminan hidup benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan, dengan mekanisme yang transparan dan akuntabel.
Pemerintah sebelumnya telah menetapkan kebijakan bantuan sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan, serta tambahan Rp3 juta per keluarga untuk kebutuhan perlengkapan rumah tangga. Bantuan ini disalurkan melalui Kementerian Sosial sebagai bagian dari langkah pemulihan awal.
Mahdalena menegaskan, lebih dari sebulan pascabencana, kondisi masyarakat di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara masih jauh dari pulih. Banyak warga kehilangan rumah, mata pencaharian, dan harus memulai kembali kehidupan mereka dari nol. “Bantuan pemerintah menjadi penopang utama agar mereka bisa bertahan dan perlahan bangkit,” ujarnya.
Legislator Fraksi PKB itu juga mengingatkan agar pendataan dilakukan secara akurat dan menyeluruh, sehingga tidak ada korban yang terlewat ataupun pihak yang tidak berhak menerima bantuan. Ia menegaskan, jika ditemukan penyelewengan, pemerintah harus bertindak tegas sesuai hukum.
“Mereka adalah saudara-saudara kita yang sudah menderita akibat banjir dan longsor. Jangan sampai penderitaan mereka bertambah karena bantuan salah sasaran atau diselewengkan,” tegas Mahdalena.
Sebagai penutup, Mahdalena mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi berkala terhadap penyaluran bantuan, serta mengajak akademisi dan masyarakat untuk aktif memberi masukan kebijakan. Menurutnya, kolaborasi semua pihak sangat penting agar bantuan benar-benar berdampak pada pemulihan kehidupan korban bencana.




