Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kurniasih Mufidayati, menegaskan perlunya penguatan implementasi tujuan pendidikan nasional sebagai langkah strategis mencegah maraknya kasus perundungan (bullying) dan perilaku negatif di lingkungan sekolah.
Dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Stop Bullying: DPR Ramu Formulasi Konkret Atasi Persoalan Mental Dunia Pendidikan” yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (20/11/2025), Kurniasih menekankan bahwa pendidikan harus kembali berpegang pada nilai-nilai dasar yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. Hal itu, menurutnya, berlaku di semua jalur pendidikan, baik formal, informal, maupun nonformal.
“Potensi siswa harus kita dorong secara optimal. Pendidikan harus memastikan anak-anak bisa berkembang di mana pun mereka belajar,” ujar Kurniasih.
Kurniasih menambahkan, penguatan iman dan takwa sebagai fondasi pendidikan nasional harus diterapkan secara konsisten. Ia meyakini, jika nilai tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh, kasus bullying maupun perilaku menyimpang lainnya dapat diminimalisasi.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pembentukan akhlak mulia (akhlakul karimah) sebagai hasil nyata dari proses pendidikan. Karakter yang baik, kata Kurniasih, akan mendorong peserta didik menjadi pribadi positif dan menjauhi tindakan merugikan.
Tak hanya soal karakter, Kurniasih juga menekankan aspek kesehatan sebagai kata kunci lain dalam tujuan pendidikan. Menurutnya, kesehatan yang dimaksud bukan hanya fisik, tetapi juga mental. Anak-anak saat ini menghadapi tantangan besar dalam tumbuh kembang, psikologis, dan kestabilan mental.
“Anak-anak harus dibantu membangun mentalitas yang positif. Kesehatan psikologis mereka penting untuk diperkuat kembali,” tegasnya.
Kurniasih menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa penguatan tujuan pendidikan nasional tidak bisa dilakukan sendiri oleh sekolah. Peran keluarga dan pemerintah juga harus berjalan beriringan agar tercipta generasi yang berkarakter kuat, bermartabat, dan bebas dari kekerasan.




