Fajarasia.co – Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jepang untuk meningkatkan investasi di Indonesia.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementrian Perindustrian Eko Cahyanto mengatakan, hal itu positif. Diharapkannya meningkatnya investasi dapat memperluas lapangan pekerjaan.
“Pemerintah ini sangat sangat konsen untuk membuka investasi yang luas,” kata Eko , Sabtu (30/7/2022).
Dengan adanya penambahan investasi dari Jepang, dan tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat, diyakininya pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak.
“Terutama di daerah-daerah. Karena itu kami terus mendorong investasi yang terutama di luar Jawa seperti yang kita dari Jepang,” ujar Eko.
Eko melanjutkan, selain investasi industri otomotif, Jepang juga meminta menurunkan tarif bea masuk ke Indonesia dalam produk baja. Menurutnya, permintaan tersebut agar harga baja lebih kompetitif di Indonesia.
“Baja sangat penting untuk industri kita, itu (harga bea masuk, Red) sedang kita kaji. Kita juga meminta kepada Jepang untuk menurunkan harga bea masuk dari hasil produk-produk laut kita seperti tuna kaleng,” ucapnya.
Jepang, katanya, juga berkomitmen melakukan transfer pengetahuan untuk meningkatkan sumber daya manusia bidang industri otomotif.
“Investasi teknologi penguasaan teknologi pada sumber daya manusia menjadi penting karena itu disampaikan program yang ingin kita lanjutkan dengan Jepang. Selama ini bisa mempercepat transfer teknologi penguasaan teknologi industri dari Jepang kepada Indonesia,” katanya.****





