Krisis Iran Memanas, Trump Ancam Serangan Militer Gulingkan Khamenei

Krisis Iran Memanas, Trump Ancam Serangan Militer Gulingkan Khamenei

Fajarasia.id – Situasi di Iran kian memburuk setelah laporan mengenai penumpasan brutal terhadap demonstran sipil yang menewaskan ribuan orang. Menyikapi tragedi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras dengan opsi serangan militer untuk menggulingkan rezim Teheran.

Laporan dari The Economist menggambarkan kondisi mengerikan di lapangan, dengan kamar mayat penuh sesak dan jenazah korban penembakan menumpuk di jalanan. Milisi yang bersekutu dengan Garda Revolusi disebut menggunakan sepeda motor dan penembak jitu untuk menargetkan warga sipil yang meneriakkan slogan anti-pemerintah.

Trump menegaskan bahwa Washington tengah mempertimbangkan langkah militer, mulai dari serangan terbatas hingga strategi pemenggalan politik yang ditujukan untuk melemahkan kekuasaan para mullah yang telah berkuasa selama hampir lima dekade. “Tindakan sangat kuat akan diambil bila diperlukan,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Meski demikian, opsi militer dinilai berisiko tinggi. Iran diketahui memiliki persenjataan rudal jarak jauh yang mampu menjangkau kawasan Timur Tengah, sehingga intervensi dapat memicu konflik regional berskala besar. Analis memperingatkan potensi Iran terjerumus ke dalam perang saudara seperti Suriah atau bahkan perpecahan negara layaknya Yugoslavia, mengingat kompleksitas kelompok separatis dan isu senjata nuklir.

Selain ancaman militer, Gedung Putih juga disebut mendukung tokoh oposisi di pengasingan, Reza Pahlavi, serta menyelundupkan perangkat internet Starlink untuk menembus blokade komunikasi pemerintah Iran. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat gerakan sipil dari dalam negeri.

Krisis yang tengah berlangsung menempatkan Iran di persimpangan sejarah. Apabila ancaman militer benar-benar diwujudkan, dampaknya tidak hanya akan mengguncang Teheran, tetapi juga berpotensi mengubah peta geopolitik Timur Tengah secara drastis.

Pos terkait