Fajarasia.id — Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir besar yang melanda kawasan tengah Vietnam terus bertambah. Hingga Senin (3/11/2025), otoritas setempat melaporkan bahwa sedikitnya 42 orang tewas atau masih dinyatakan hilang akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Kota Hue menjadi salah satu daerah terdampak paling parah. Lebih dari 400 warga terpaksa dievakuasi setelah air sungai meluap dan merendam permukiman. Di Kota Danang, banjir juga menyebabkan ruas-ruas jalan utama tergenang, mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi.
Sebelumnya, laporan awal menyebutkan bahwa 37 orang tewas akibat bencana ini. Namun, data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Vietnam (VDDMA) menunjukkan peningkatan jumlah korban seiring dengan meluasnya dampak banjir di beberapa provinsi, termasuk Lam Dong dan Quang Tri.
Menurut VDDMA, curah hujan ekstrem yang mencapai 1,7 meter dalam waktu 24 jam menjadi pemicu utama banjir bandang yang melanda kawasan pesisir tengah Vietnam. Hujan deras tersebut tercatat sebagai salah satu yang tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.
Badan meteorologi Vietnam telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lanjutan yang diperkirakan akan mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi dari otoritas setempat.
Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur dan lahan pertanian. Lebih dari 116.000 rumah dilaporkan terendam, dan ribuan hektare sawah serta fasilitas umum mengalami kerusakan parah.
Pemerintah Vietnam kini tengah mengerahkan tim penyelamat dan bantuan logistik ke wilayah terdampak. Upaya pemulihan dan pencarian korban masih terus dilakukan di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.****





