Fajarasia.id — Ketegangan di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran semakin melebar dengan keterlibatan kelompok bersenjata di Irak. Milisi yang didukung Teheran dilaporkan berulang kali menyerang kepentingan AS, mulai dari pangkalan militer, fasilitas diplomatik, hingga ladang minyak.
Kelompok-kelompok ini, termasuk Al-Nujaba, Kataeb Hizbullah, Asaib Ahl al-Haq, dan Kataeb Sayyid al-Shuhada, disebut sebagai bagian dari “poros perlawanan” yang juga mencakup Hizbullah di Lebanon, Hamas di Gaza, serta Houthi di Yaman. Mereka mengklaim memiliki persediaan besar drone dan roket buatan lokal, yang digunakan untuk menekan kehadiran AS di Irak.
Menurut analis International Crisis Group, Lahib Higel, milisi Irak memandang konflik ini sebagai pertempuran eksistensial bagi Iran. “Dalam poros Iran, mereka adalah garis pertahanan terakhir,” ujarnya. Serangan terbaru bahkan menewaskan puluhan pejuang pro-Iran, termasuk komandan Kataeb Hizbullah.
Dengan eskalasi yang terus meningkat, konflik ini diperkirakan akan menjadi perang gesekan berkepanjangan, menambah kompleksitas krisis di kawasan dan menimbulkan ancaman serius bagi stabilitas global.****





